Percepat Transformasi Digital, Nextplatform Dorong Perusahaan Adopsi Low-Code Platform
Selasa, 04 Januari 2022 - 19:32 WIB
Bagi instansi pemerintah, low-code platform sangat relevan dengan program Government 4.0 karena mempermudah proses transformasi. Sedangkan bagi startup, low-code platform adalah jawaban atas sulitnya menemukan programmer/developer berkualitas untuk mengembangkan aplikasi secara cepat dan tepat.
Selain menawarkan efisiensi dan kecepatan masuk pasar, low-code platform juga meningkatkan produktivitas serta membuat perusahaan lebih agile dan kolaborasi yang lebih efektif. Dengan mengadopsi low-code platform, kebutuhan terhadap teknologi untuk pengembangan aplikasi lebih mudah terpenuhi.
Tidak heran jika market size-nya membesar. Jika di tahun 2019, global market size low-code platform masih USD 11,45 milyar, maka pada tahun 2022 diperkirakan senilai USD 21,2 milyar. Pertumbuhan akumulatif hingga tahun 2027 mencapai 44,49%.
Penyedia low-code platform juga terus berkembang dengan beragam produknya antara lain Nextplatform, OutSystems, Mendix, Appian, Zoho Creator, PowerApps, App Maker, Quick Base, dan lain-lainnya. Nextplatform misalnya, diadopsi oleh lebih dari 50 perusahaan yang bergerak di bidang migas, perbankan, penerbangan, fast moving consumer good (FMCG), dan industri yang lainnya.
Salah satu proyek pengembangan aplikasi berbasis Nextplatform adalah aplikasi vendor management system CIVD yang digagas oleh konsorsium migas seperti Medco, Chevron, PertamintaEP, ConocoPhillips, Premier Oil, dan lain-lain yang beroperasi sejak 2016 untuk melayani ribuan vendor dan kontraktor migas di seluruh Indonesia.
Selain itu, adopsi Nextplatform dalam mempercepat penerapan transformasi digital telah dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat dalam pilot project digitalisasi pengelolaan pendapatan daerah. Hal ini sejalan dengan program Government 4.0 yang dilakukan pemerintah.
Selain menawarkan efisiensi dan kecepatan masuk pasar, low-code platform juga meningkatkan produktivitas serta membuat perusahaan lebih agile dan kolaborasi yang lebih efektif. Dengan mengadopsi low-code platform, kebutuhan terhadap teknologi untuk pengembangan aplikasi lebih mudah terpenuhi.
Tidak heran jika market size-nya membesar. Jika di tahun 2019, global market size low-code platform masih USD 11,45 milyar, maka pada tahun 2022 diperkirakan senilai USD 21,2 milyar. Pertumbuhan akumulatif hingga tahun 2027 mencapai 44,49%.
Penyedia low-code platform juga terus berkembang dengan beragam produknya antara lain Nextplatform, OutSystems, Mendix, Appian, Zoho Creator, PowerApps, App Maker, Quick Base, dan lain-lainnya. Nextplatform misalnya, diadopsi oleh lebih dari 50 perusahaan yang bergerak di bidang migas, perbankan, penerbangan, fast moving consumer good (FMCG), dan industri yang lainnya.
Salah satu proyek pengembangan aplikasi berbasis Nextplatform adalah aplikasi vendor management system CIVD yang digagas oleh konsorsium migas seperti Medco, Chevron, PertamintaEP, ConocoPhillips, Premier Oil, dan lain-lain yang beroperasi sejak 2016 untuk melayani ribuan vendor dan kontraktor migas di seluruh Indonesia.
Selain itu, adopsi Nextplatform dalam mempercepat penerapan transformasi digital telah dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat dalam pilot project digitalisasi pengelolaan pendapatan daerah. Hal ini sejalan dengan program Government 4.0 yang dilakukan pemerintah.
Lihat Juga :