Iran Luncurkan Satelit Simorgh, Berisi 3 Kargo Instrumen Penelitian

Kamis, 30 Desember 2021 - 19:08 WIB
Pihak Barat khawatir teknologi sistem peluncuran satelit Iran ini dapat diterapkan dalam rudal balistik dengan hulu ledak nuklir. Namun, Iran menegaskan program luar angkasanya hanya untuk tujuan untuk kepentingan sipil dan pertahanan.

Jadi, Iran menyebutkan, peluncuran ini tidak melanggar kesepakatan nuklir atau perjanjian internasional apa pun. Dalam kesepakatan 2015, yang dikenal secara resmi sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), Iran setuju membatasi program nuklir.

Kesepakatan itu dirancang untuk meminimalkan risiko mengembangkan senjata nuklir. Sebagai imbalannya, enam kekuatan dunia, yaitu China, Perancis, Jerman, Rusia, Inggris, dan AS setuju untuk mencabut sanksi ekonomi kepada Iran. (Baca juga; Iran Tunjukkan Mampu Bikin Mesin Diesel Kapal Perang, 2 Destroyer Bisa Dipacu Sampai 30 Knot )

Namun mantan Presiden AS Donald Trump keluar dari kesepakatan itu pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran. Pengganti Trump, Joe Biden, mengatakan dia akan bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir 2015, dan mencabut sanksi AS ke Iran. Syaratnya, Iran harus kembali mematuhi kesepakatan nuklir secara penuh.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!