Tak Hanya Covid-19, Serangan Siber Juga Jadi Pandemi di 2021

Selasa, 28 Desember 2021 - 06:49 WIB
Menurutnya, di 2022, perlindungan siber otomatis adalah satu-satunya jalan untuk mengurangi risiko dan biaya lebih rendah.

Apalagi, menurut Acronis, banyak orang dan perusahaan di Indonesia masih tidak menggunakan alat perlindungan cyber apa pun.

Serangan MalwarePaling Banyak

Serangan malware tetap terbesar dan jadi fenomena global. Menurut penelitian Acronis, negara-negara seperti Taiwan, Singapura, Tiongkok, dan Brasil memiliki tingkat deteksi malware lebih dari 50%.

Selanjutnya, ada serangan ransomware. Uni Emirat Arab berada di peringkat 33 dunia, bertanggung jawab atas 0,3% dari semua ransomware dan meningkat 63% dari Oktober 2021. Afrika Selatan berada di peringkat ke-30 dunia, bertanggung jawab atas 0,4% dari semua deteksi dan meningkat 64% dari Oktober 2021. Serangan ransomware juga meningkat di Asia Pasifik.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!