Ilmuwan: Kenaikan Suhu di Kutub Utara Sangat Cepat dan Konsisten

Rabu, 15 Desember 2021 - 11:44 WIB
Menurut NOAA, sejak pertengahan 1960-an, Arktik telah mengalami pemanasan hampir 3 derajat Celcius — jauh lebih tinggi daripada kenaikan rata-rata global. Angka itu hanya di atas satu derajat Celcius sejak akhir abad ke-19. (Baca juga; Dalam 5 Tahun Gletser Kiamat Ini Bakal Runtuh, Permukaan Laut Naik 65 Sentimeter )

“Arktik adalah pendingin udara Bumi. Miliaran orang bergantung pada kondisi iklim yang moderat. Kita memiliki waktu yang sempit untuk menghindari dampak iklim masa depan yang sangat mahal, mematikan, dan tidak dapat diubah,” kata Spinrad.

Seorang ilmuwan di Pusat Data Salju dan Es Nasional, Twila Moon mencatat serangkaian peristiwa ekstrem pada lapisan es Greenland sehingga mengalami tiga pencairan es terpisah selama musim panas 2021. Tahun ini, Greenland juga mengalami hujan yang cukup tinggi dan puncaknya untuk pertama kalinya pada bulan Agustus.

“Peristiwa semacam ini berpotensi membuat lapisan es lebih rentan mencair di masa depan,” kata Moon. Selain mencairnya es di darat dan di laut, laporan tersebut menyoroti bagaimana kenaikan suhu menggeser ekosistem Kutub Utara. Satu spesies khususnya mendapat sorotan dalam laporan baru: berang-berang.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!