10 Penemuan Arkeologi Terbesar Tahun 2021
Senin, 13 Desember 2021 - 14:14 WIB
4. Permukiman Norse di Amerika
Sebuah tim peneliti internasional menemukan permukim Norse di Amerika pada awal 1021 M yang berfungsi sebagai basis eksplorasi dan kamp musim dingin. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature, fokus pada situs Norse L'Anse aux Meadows di provinsi Newfoundland dan Labrador, Kanada.
Para peneliti mempelajari potongan-potongan kayu dari permukim yang menunjukkan bukti jelas pemotongan dan pengirisan dengan bilah logam (bahan yang tidak diproduksi oleh penduduk asli). Penetapan tahun 1021 M secara tepat ditentukan berdasarkan badai matahari besar terjadi pada 992 M yang menghasilkan sinyal radiokarbon berbeda di cincin pohon dari tahun berikutnya. (Baca juga; Bukan Columbus, Ternyata Bangsa Viking 471 Tahun Lebih Dulu Tiba di Amerika )
5. Kota Emas Hilang Mesir Kuno
Para arkeolog yang dipimpin Dr Zahi Hawass menemukan kota Mesir Kuno berusia 3500 tahun di dekat Luxor di Mesir, saat menggali area antara kuil Rameses III di Medinet Habu dan kuil Amenhotep III di Memnon untuk mencari Kuil Kamar Mayat Tutankhamun. (Baca juga; Penemuan Makam Berusia 3.300 Tahun di Mesir, Berisi 2 Jenazah Berlidah Emas )
Kota ini berasal dari periode Amenhotep III (dikenal sebagai Amenhotep yang Agung – firaun kesembilan dari Dinasti Kedelapan Belas). Perkiran ini berdasarkan penemuan sejumlah besar benda arkeologis, seperti cincin, scarab, bejana tembikar berwarna, dan bata lumpur yang memuat segel Cartouche Raja Amenhotep III.
6. Jejak Tangan dan Kaki dalam Batu di Tibet
Contoh tertua dari seni tidak bergerak yang terdiri dari tangan dan jejak kaki yang diabadikan dengan hati-hati telah ditemukan di Tibet. Sebuah tim peneliti multi-nasional dari Universitas Bournemouth dan Universitas Guangzhou menemukan lima sidik jari dan lima jejak kaki di Quesang, Dataran Tinggi Tibet, yang berasal dari 169.000-226.000 tahun yang lalu, di tengah Zaman Es.
Penanggalan cetakan dilakukan dengan menggunakan metode radiometrik berdasarkan peluruhan uranium yang ditemukan di travertine. Teknik itu memberikan bukti untuk pendudukan hominin paling awal di Dataran Tinggi Tibet. (Baca juga; 2 Patung Buddha Tertua Ditemukan di China, Terbuat dari Emas dan Tembaga )
7. Lingkungan Suku Maya Teotihuacan di Tikal
Para arkeolog melakukan survei di kota Maya, Tikal, menemukan lingkungan yang sebelumnya tidak dikenal menggunakan perangkat lunak pendeteksi cahaya. Sebagai bagian dari studi oleh Pacunam Lidar Initiative, konsorsium peneliti menggunakan Lidar di area yang dianggap sebagai perbukitan alami.
Sebuah tim peneliti internasional menemukan permukim Norse di Amerika pada awal 1021 M yang berfungsi sebagai basis eksplorasi dan kamp musim dingin. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature, fokus pada situs Norse L'Anse aux Meadows di provinsi Newfoundland dan Labrador, Kanada.
Para peneliti mempelajari potongan-potongan kayu dari permukim yang menunjukkan bukti jelas pemotongan dan pengirisan dengan bilah logam (bahan yang tidak diproduksi oleh penduduk asli). Penetapan tahun 1021 M secara tepat ditentukan berdasarkan badai matahari besar terjadi pada 992 M yang menghasilkan sinyal radiokarbon berbeda di cincin pohon dari tahun berikutnya. (Baca juga; Bukan Columbus, Ternyata Bangsa Viking 471 Tahun Lebih Dulu Tiba di Amerika )
5. Kota Emas Hilang Mesir Kuno
Para arkeolog yang dipimpin Dr Zahi Hawass menemukan kota Mesir Kuno berusia 3500 tahun di dekat Luxor di Mesir, saat menggali area antara kuil Rameses III di Medinet Habu dan kuil Amenhotep III di Memnon untuk mencari Kuil Kamar Mayat Tutankhamun. (Baca juga; Penemuan Makam Berusia 3.300 Tahun di Mesir, Berisi 2 Jenazah Berlidah Emas )
Kota ini berasal dari periode Amenhotep III (dikenal sebagai Amenhotep yang Agung – firaun kesembilan dari Dinasti Kedelapan Belas). Perkiran ini berdasarkan penemuan sejumlah besar benda arkeologis, seperti cincin, scarab, bejana tembikar berwarna, dan bata lumpur yang memuat segel Cartouche Raja Amenhotep III.
6. Jejak Tangan dan Kaki dalam Batu di Tibet
Contoh tertua dari seni tidak bergerak yang terdiri dari tangan dan jejak kaki yang diabadikan dengan hati-hati telah ditemukan di Tibet. Sebuah tim peneliti multi-nasional dari Universitas Bournemouth dan Universitas Guangzhou menemukan lima sidik jari dan lima jejak kaki di Quesang, Dataran Tinggi Tibet, yang berasal dari 169.000-226.000 tahun yang lalu, di tengah Zaman Es.
Penanggalan cetakan dilakukan dengan menggunakan metode radiometrik berdasarkan peluruhan uranium yang ditemukan di travertine. Teknik itu memberikan bukti untuk pendudukan hominin paling awal di Dataran Tinggi Tibet. (Baca juga; 2 Patung Buddha Tertua Ditemukan di China, Terbuat dari Emas dan Tembaga )
7. Lingkungan Suku Maya Teotihuacan di Tikal
Para arkeolog melakukan survei di kota Maya, Tikal, menemukan lingkungan yang sebelumnya tidak dikenal menggunakan perangkat lunak pendeteksi cahaya. Sebagai bagian dari studi oleh Pacunam Lidar Initiative, konsorsium peneliti menggunakan Lidar di area yang dianggap sebagai perbukitan alami.
Lihat Juga :