2 Hari Setelah Uji Coba Rudal Anti-Satelit, 7 Astronot ISS Kembali Beraktivitas Normal
Jum'at, 19 November 2021 - 22:53 WIB
Tujuh astronot yang bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (Internasional Space Stasion/ISS) telah kembali beraktivitas normal setelah beberapa hari berlindung untuk menghindari dampak uji coba penembakan rudal anti-satelit oleh Rusia. Foto/space.
FLORIDA - Tujuh astronot yang bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (Internasional Space Stasion/ISS) telah kembali beraktivitas normal setelah beberapa hari berlindung untuk menghindari dampak uji coba penembakan rudal anti-satelit oleh Rusia. Stasiun Luar Angkasa Internasional juga tidak melakukan manuver untuk menghindari puing orbit dari satelit mata-mata Cosmos 1408 yang hancur ditembak.
NASA menyebutkan penutup palka modul tempat berlindung ketujuh astronot sudah dibuka kembali pada Rabu 17 November 2021. Para astronot mulai Senin 15 November 2021 pagi berlindung di sejumlah modul, yaitu modul Kibo (Jepang), modul Columbus (Eropa), serta modul serba guna Bigelow dan airlock Quest milik NASA.
“Stasiun luar angkasa tidak perlu melakukan manuver penghindaran sampah antariksa. Risiko tabrakan tertinggi kini telah berlalu,” keterangan NASA dikutip space.com, Jumat (19/11/2021). (Baca juga; 8 Kali Kecepatan Peluru, Puing Satelit Rusia Bisa Hancurkan Stasiun Luar Angkasa Internasional )
Selama keadaan darurat, tujuh astronot awak di Stasiun Luar Angkasa Internasional harus meninggalkan jadwal kerja mereka. Ketujuh astronot itu, adalah Thomas Marshburn, Raja Chari, Mark Vande Hei dan Kayla Barron dari NASA, Matthias Maurer (Badan Antariksa Eropa), dan dua kosmonot Rusia Pyotr Dubrov dan Anton Shkaplerov.
NASA menyebutkan penutup palka modul tempat berlindung ketujuh astronot sudah dibuka kembali pada Rabu 17 November 2021. Para astronot mulai Senin 15 November 2021 pagi berlindung di sejumlah modul, yaitu modul Kibo (Jepang), modul Columbus (Eropa), serta modul serba guna Bigelow dan airlock Quest milik NASA.
“Stasiun luar angkasa tidak perlu melakukan manuver penghindaran sampah antariksa. Risiko tabrakan tertinggi kini telah berlalu,” keterangan NASA dikutip space.com, Jumat (19/11/2021). (Baca juga; 8 Kali Kecepatan Peluru, Puing Satelit Rusia Bisa Hancurkan Stasiun Luar Angkasa Internasional )
Selama keadaan darurat, tujuh astronot awak di Stasiun Luar Angkasa Internasional harus meninggalkan jadwal kerja mereka. Ketujuh astronot itu, adalah Thomas Marshburn, Raja Chari, Mark Vande Hei dan Kayla Barron dari NASA, Matthias Maurer (Badan Antariksa Eropa), dan dua kosmonot Rusia Pyotr Dubrov dan Anton Shkaplerov.
Lihat Juga :