Waduk Al-Duwaysat di Idlib Suriah Mengering, Pertama Kali Sejak Dibangun Tahun 1994
Kamis, 11 November 2021 - 18:05 WIB
“Sudah 10 tahun kami datang ke waduk ini,” kata peternak sapi Abu Joumaa. "Jika Tuhan tidak mengirimkan kepada kita curah hujan yang baik tahun ini untuk mengisi waduk... Petani tidak bisa menanam tanaman untuk mencari nafkah," katanya dikutip dari laman phys.org, Kamis (11/11/2021). (Baca juga; Mengapa Salju Turun di Arab Saudi: Benarkah Ini Fenomena Langka? )
Perubahan iklim akibat aktivitas manusia yang meningkatkan dan kebakaran hutan di seluruh dunia, berdampak bagi Suriah. Negara ini mengalami salah satu tahun terkering dan terpanas dalam catatan sejarah, setelah curah hujan yang rendah pada musim dingin lalu.
Menurut Bank Dunia, waduk memiliki kapasitas 3,6 juta meter kubik air yang digunakan untuk irigasi dan pasokan air bersih. Sekitar 800 keluarga bergantung pada waduk Al-Duwasyat untuk mengairi 150 hektare lahan pertanian. (Baca juga; Terjadi Penurunan Suhu, Gunung Halla di Korsel Sudah Diselimuti Salju 21 Hari Lebih Cepat )
"Ini pertama kalinya waduk mengering sejak dibangun pada 1994. Akibat kekeringan dan curah hujan yang rendah, kami sekarang dapat berjalan di dasar waduk," kata Maher al-Hussein, insinyur yang bertanggung jawab mengelola Waduk Al-Duwasyat.
Perubahan iklim akibat aktivitas manusia yang meningkatkan dan kebakaran hutan di seluruh dunia, berdampak bagi Suriah. Negara ini mengalami salah satu tahun terkering dan terpanas dalam catatan sejarah, setelah curah hujan yang rendah pada musim dingin lalu.
Menurut Bank Dunia, waduk memiliki kapasitas 3,6 juta meter kubik air yang digunakan untuk irigasi dan pasokan air bersih. Sekitar 800 keluarga bergantung pada waduk Al-Duwasyat untuk mengairi 150 hektare lahan pertanian. (Baca juga; Terjadi Penurunan Suhu, Gunung Halla di Korsel Sudah Diselimuti Salju 21 Hari Lebih Cepat )
"Ini pertama kalinya waduk mengering sejak dibangun pada 1994. Akibat kekeringan dan curah hujan yang rendah, kami sekarang dapat berjalan di dasar waduk," kata Maher al-Hussein, insinyur yang bertanggung jawab mengelola Waduk Al-Duwasyat.
(wib)
Lihat Juga :