Mengapa Salju Turun di Arab Saudi: Benarkah Ini Fenomena Langka?

Jum'at, 05 November 2021 - 16:06 WIB
Fenomena salju turun di Arab Saudi pada 18 Februari 2021, tepatnya di wilayah Tabuk, menjadi perhatian masyarakat luas di media sosial dan mendapat pemberitaan yang luas. Foto/@Strange_Sounds
TABUK - Masih ingat fenomena hujan salju turun di Arab Saudi yang bikin heboh pada pertengahan Februari 2021? Fenomena salju turun di Arab Saudi pada 18 Februari 2021, tepatnya di wilayah Tabuk, menjadi perhatian masyarakat luas di media sosial dan mendapat pemberitaan yang luas.

Bahkan video seekor unta yang tertutup salju di Tabuk, Arab Saudi, menjadi tren di Twitter. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan, mengapa salju turun Arab Saudi? Padahal negara kayak minyak itu sebagian besar wilayahnya gurun dengan temperatur panas, suhu tertinggi bisa mencapai 55 derajat celcius.



Pertama yang harus dipastikan, salju turun di wilayah Tabuk, tepatnya di Jabal al-Lawz (Jabal al-Loz). Jabal al-Lawz berarti Gunung Almond karena di sana banyak ditemukan pohon Almond. Tabuk yang berada di sebelah Barat Laut Arab Saudi memiliki letak geografis berada di ketinggian 750 meter dan berjarak sekitar 193 kilometer dari Laut Merah.

Wilayah Tabuk berbatasan dengan Yordania dan di sebelah pesisir Barat Laut berbatasan dengan Laut Merah, Mesir. Letak geografis ini mempengaruhi cuaca di Tabuk, ada musim panas dan musim dingin. Untuk musim panas berlangsung selama 4,4 bulan, dari 20 Mei sampai 1 Oktober. (Baca juga; Warga dan Pengunjung Sambut Salju Turun Pertama di Tabuk Arab Saudi )

Sedangkan musim dingin berlangsung selama 2,9 bulan, dari 29 November sampai 25 Februari, suhu tertinggi harian rata-rata di wilayah Tabuk di bawah 22 derajat celcius. Waktu paling dingin dalam setahun di Tabuk adalah bulan Januari, dengan rata-rata suhu terendah 5 derajat celcius dan tertinggi 18 derajat celcius.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!