Arkeolog Mesir Ungkap Rahasia Dua Mumi Bayi di Makam Raja Tutankhamun
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 13:06 WIB
Akhirnya arkeolog berhasil mengungkap mumi dua bayi yang dimakamkan bersama Raja Tutankhamun di Mesir. Foto/dok
KAIRO - Setelah puluhan tahun penemuan spektakuler makam Raja Tutankhamun di Mesir, akhirnya arkeolog berhasil mengungkap mumi dua bayi yang dimakamkan bersama sang raja.
Makam Raja Tutankhamun ditemukan pada tahun 1922 di Lembah Para Raja, sebuah daerah di mana selama hampir 500 tahun tak tersentuh. Baru setelah makam yang berasal dari abad 16 hingga 11 SM ini ditemukan, arkeolog mendapatkan harta karun kuno yang tak terhingga.
Di balik penemuan makam itu, arkeolog belum mengetahui dua mumi bayi yang dimakamkan bersama Raja Tutankhamun. Tetapi baru-baru ini, identitas mumi dua bayi yang masih berusia lima dan satu bulan itu terungkap.
BACA: Misteri Kutukan Mumi Mesir Kuno Terungkap, Ilmuwan Temukan Fakta Ini
Berdasarkan analisis DNA dua mumi bayi perempuan itu, akeolog menyatakan kalau mereka adalah anak dari Raja Tutankhamun. Keduanya meninggal diperkirakan karena merebaknya wabah saat itu.
Profesor Salima Ikram, seorang ahli Mesir Kuno di Universitas Amerika di Kairo, mengatakan, saat itu tingkat kematian bayi dan anak-anak tinggi.
Makam Raja Tutankhamun ditemukan pada tahun 1922 di Lembah Para Raja, sebuah daerah di mana selama hampir 500 tahun tak tersentuh. Baru setelah makam yang berasal dari abad 16 hingga 11 SM ini ditemukan, arkeolog mendapatkan harta karun kuno yang tak terhingga.
Di balik penemuan makam itu, arkeolog belum mengetahui dua mumi bayi yang dimakamkan bersama Raja Tutankhamun. Tetapi baru-baru ini, identitas mumi dua bayi yang masih berusia lima dan satu bulan itu terungkap.
BACA: Misteri Kutukan Mumi Mesir Kuno Terungkap, Ilmuwan Temukan Fakta Ini
Berdasarkan analisis DNA dua mumi bayi perempuan itu, akeolog menyatakan kalau mereka adalah anak dari Raja Tutankhamun. Keduanya meninggal diperkirakan karena merebaknya wabah saat itu.
Profesor Salima Ikram, seorang ahli Mesir Kuno di Universitas Amerika di Kairo, mengatakan, saat itu tingkat kematian bayi dan anak-anak tinggi.
Lihat Juga :