LAPAN Sebut Banjir di Sulawesi Efek Front dan Taifun Chanthu
Selasa, 14 September 2021 - 20:42 WIB
Dukungan kelembapan yang dihasilkan dari menghangatnya SPL dan penguatan angin menjadi faktor penyebab hujan turun secara kontinu sejak 8-11 September sehingga banjir yang meluas di Sulawesi utara.
Berdasarkan prediksi SADEWA-Pusat Riset Sains dan Teknologi Atmosfer, hujan di Sulawesi bagian utara dari Palu hingga Manado akan terjadi secara persisten pada 15 September 2021 karena anomali penguatan angin baratan dari Kalimantan Timur yang dapat menghasilkan badai atau cuaca ekstrem
Untuk itu, LAPAN mengimbau masyarakat di wilayah tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor pada 2-3 hari mendatang.
Dikabarkan sebelumnya, rangkaian banjir terjadi di sejumlah wilayah di Sulawesi bagian utara, seperti Luwu dan Bolaang Mongondow, sejak 11 September 2021.
Banjir di wilayah tersebut terus meluas, menyebabkan 982 warga terdampak dan merendam lebih dari 800 hektar area persawahan dan tambak.
Berdasarkan prediksi SADEWA-Pusat Riset Sains dan Teknologi Atmosfer, hujan di Sulawesi bagian utara dari Palu hingga Manado akan terjadi secara persisten pada 15 September 2021 karena anomali penguatan angin baratan dari Kalimantan Timur yang dapat menghasilkan badai atau cuaca ekstrem
Untuk itu, LAPAN mengimbau masyarakat di wilayah tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor pada 2-3 hari mendatang.
Dikabarkan sebelumnya, rangkaian banjir terjadi di sejumlah wilayah di Sulawesi bagian utara, seperti Luwu dan Bolaang Mongondow, sejak 11 September 2021.
Banjir di wilayah tersebut terus meluas, menyebabkan 982 warga terdampak dan merendam lebih dari 800 hektar area persawahan dan tambak.
(wbs)
Lihat Juga :