Tablet Kuno Ini Ungkap Kepandaian Bangsa Babilonia di Bidang Matematika
Rabu, 11 Agustus 2021 - 05:16 WIB
"Sudah diterima secara umum bahwa trigonometri - cabang matematika yang berkaitan dengan studi segitiga - dikembangkan oleh orang Yunani kuno," kata Daniel Mansfield, seorang ahli matematika di University of New South Wales di Australia seperti dikutip Live Science, Rabu (11/8/2021).
Mansfield mengatakan, orang Babilonia mengembangkan proto-trigonometri' alternatif mereka sendiri untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pengukuran tanah. "Dalam hal ini, ini memberi tahu kita detail hukum dan geometris tentang ladang yang terbelah setelah sebagian dijual," kata Mansfield.
Tablet itu merinci bidang berawa dengan berbagai struktur, termasuk menara, yang dibangun di atasnya. Tablet ini diukir dengan tiga set rangkap tiga Pythagoras: tiga bilangan bulat yang jumlah kuadrat dari dua yang pertama sama dengan kuadrat dari yang ketiga.
Tiga kali lipat terukir pada Si.427 adalah 3, 4, 5; 8, 15, 17; dan 5, 12, 13. Ini kemungkinan besar digunakan untuk membantu menentukan batas-batas tanah.
Meskipun alasan di balik perhitungan batas tanah pada tablet tidak sepenuhnya jelas, Si.427 memang menyebutkan perselisihan tentang pohon kurma di perbatasan antara properti seorang individu terkemuka bernama Sin-bel-apli dan seorang wanita pemilik tanah yang kaya, menurut Mansfield.
Mansfield mengatakan, orang Babilonia mengembangkan proto-trigonometri' alternatif mereka sendiri untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pengukuran tanah. "Dalam hal ini, ini memberi tahu kita detail hukum dan geometris tentang ladang yang terbelah setelah sebagian dijual," kata Mansfield.
Tablet itu merinci bidang berawa dengan berbagai struktur, termasuk menara, yang dibangun di atasnya. Tablet ini diukir dengan tiga set rangkap tiga Pythagoras: tiga bilangan bulat yang jumlah kuadrat dari dua yang pertama sama dengan kuadrat dari yang ketiga.
Tiga kali lipat terukir pada Si.427 adalah 3, 4, 5; 8, 15, 17; dan 5, 12, 13. Ini kemungkinan besar digunakan untuk membantu menentukan batas-batas tanah.
Meskipun alasan di balik perhitungan batas tanah pada tablet tidak sepenuhnya jelas, Si.427 memang menyebutkan perselisihan tentang pohon kurma di perbatasan antara properti seorang individu terkemuka bernama Sin-bel-apli dan seorang wanita pemilik tanah yang kaya, menurut Mansfield.
Lihat Juga :