Bumi Rentan dari Ancaman Luar Angkasa, Ini yang Dilakukan NASA dan ESA

Rabu, 21 April 2021 - 07:15 WIB
Foto/dok
JAKARTA - Gagasan tentang ancaman terhadap Bumi dari luar angkasa terdengar seperti fiksi ilmiah. Kendati begitu, pada tingkat tertentu planet Bumi terlalu rentan terhadap ancaman dari luar angkasa. Perlu diingat bagaimana asteroid raksasa yang memusnahkan dinosaurus 65 juta tahun yang lalu.

Untungnya, kejadian asteroid mengancam Bumi sangat jarang tetapi fenomena alam lainnya, seperti badai matahari, dapat menyerang dari luar angkasa lebih sering. Ini memiliki sedikit efek langsung pada makhluk hidup, tetapi dapat mendatangkan malapetaka pada sistem elektronik, terutama teknologi berbasis satelit.



BACA: NASA Temukan 2.241 Calon Planet Layak Huni, Bisa Gantikan Bumi?

Lebih buruk lagi, proliferasi satelit buatan manusia ternyata telah menciptakan bahaya luar angkasa sendiri. Puing-puing dari satelit yang sudah usang atau material dari pesawat luar angkasa yang mengorbit berpotensi menghancurkan satelit lain.

Di Amerika Serikat, untuk menangani ancaman ini adalah tanggung jawab NASA dan Angkatan Luar Angkasa AS. Sedangkan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional memantau "cuaca luar angkasa", dan Kantor Koordinasi Pertahanan Planet NASA mengoordinasikan pencarian asteroid yang berpotensi berbahaya dan objek dekat Bumi (NEO) lainnya.

Sebaliknya, Badan Antariksa Eropa (ESA) telah menyatukan semua aktivitas ini di bawah payung program Kesadaran Situasional Luar Angkasa . Didirikan pada tahun 2009, program ini dibagi menjadi tiga segmen yang meliputi puing-puing ruang angkasa, cuaca antariksa, dan NEO.

Masalah dengan Puing-puing Antariksa
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!