Fenomena Astronomi Sepekan ke Depan, Ada Hujan Meteor Lyrid
Sabtu, 17 April 2021 - 12:00 WIB
Puncak fase perbani awal terjadi pada 20 April pukul 13.58 WIB. Sehingga, Bulan perbani awal ini baru dapat disaksikan ketika terbit 30 menit setelah tengah hari dari arah timur-timur laut, berkulminasi di arah utara ketika senja abhari dan kemudian terbenam di arah barat-barat laut 30 menit setelah tengah malam.
5. Konjungsi Merkurius-Venus
Merkurius akan mengalami konjungsi dengan Venus selama sepuluh hari berturut-turut sejak 21 April dan berakhir pada 30 April.
Baca juga : Godfather of Metal Jatuh Cinta dengan Lamborghini Urus
Sudut pisah Merkurius-Venus awalnya sebesar 4,02 derajat kemudian mengecil hingga mencapai 1,18 derajat ketika puncak konjungsi (25 April senja hari) dan keesokan harinya.
6. Hujan Meteor Lyrid
Hujan meteor ini berasal dari sia debu komet C/1861G1 Thatcher. Hujan meteor ini aktif sejak 16 April hingga 25 April dengan puncak hujan meteor terjadi pada 22 April 19.99 WIB sehingga dapat disaksikan sejak terbit di arah Barat Laut sekitar pukul 22.15 waktu setempat hingga fajar berakhir keesokan harinya.
5. Konjungsi Merkurius-Venus
Merkurius akan mengalami konjungsi dengan Venus selama sepuluh hari berturut-turut sejak 21 April dan berakhir pada 30 April.
Baca juga : Godfather of Metal Jatuh Cinta dengan Lamborghini Urus
Sudut pisah Merkurius-Venus awalnya sebesar 4,02 derajat kemudian mengecil hingga mencapai 1,18 derajat ketika puncak konjungsi (25 April senja hari) dan keesokan harinya.
6. Hujan Meteor Lyrid
Hujan meteor ini berasal dari sia debu komet C/1861G1 Thatcher. Hujan meteor ini aktif sejak 16 April hingga 25 April dengan puncak hujan meteor terjadi pada 22 April 19.99 WIB sehingga dapat disaksikan sejak terbit di arah Barat Laut sekitar pukul 22.15 waktu setempat hingga fajar berakhir keesokan harinya.
(wsb)
Lihat Juga :