Bingungkan Ilmuwan, Misteri Fosil Reptil Berleher Panjang Akhirnya Terungkap
Jum'at, 02 April 2021 - 13:08 WIB
Foto/dok
JAKARTA - Beraneka ragam tulang leher fosil panjang telah membingungkan ahli paleontologi selama hampir 170 tahun. Dengan tehnik CT scan, para peneliti akhirnya menemukan jawaban atas rasa penasaran selama ratusan tahun itu.
Spesimen Tanystropheus dapat mencapai panjang lebih dari 5 meter, dengan ekornya kira-kira sepertiga panjangnya, dan seperempatnya tubuh, serta sisanya merupakan panjang lehernya. BACA: Arkeolog Argentina Temukan Fosil Dinosaurus yang Hidup 140 Juta Tahun Lalu
"Tanystropheus tampak seperti buaya gemuk dengan leher yang sangat, sangat panjang," kata ahli paleontologi Olivier Rieppel dari Chicago's Field Museum seperti dikuti Science Alert.
Mengapa reptil ini berevolusi dalam bentuk yang begitu adalah misteri. Tidak ada yang mengetahui apakah reptil ini lebih suka berada di dalam air atau berjalan di darat.
Bagian dari keanehan lainnya adalah bentuk tulang leher yang panjang. Berbeda dengan ular atau kadal, tulang leher rahim pada fosil Tanystropheus direntangkan seperti milik jerapah.
Faktanya, ketika fosilnya pertama kali ditemukan pada tahun 1852, tulang-tulang yang berserakan itu diasumsikan sebagai tulang sayap pterosaurus terbang yang memanjang. BACA JUGA: Terlalu Lama di Luar Angkasa Bisa Membuat Jantung Mengecil, Berbahayakah?
Spesimen Tanystropheus dapat mencapai panjang lebih dari 5 meter, dengan ekornya kira-kira sepertiga panjangnya, dan seperempatnya tubuh, serta sisanya merupakan panjang lehernya. BACA: Arkeolog Argentina Temukan Fosil Dinosaurus yang Hidup 140 Juta Tahun Lalu
"Tanystropheus tampak seperti buaya gemuk dengan leher yang sangat, sangat panjang," kata ahli paleontologi Olivier Rieppel dari Chicago's Field Museum seperti dikuti Science Alert.
Mengapa reptil ini berevolusi dalam bentuk yang begitu adalah misteri. Tidak ada yang mengetahui apakah reptil ini lebih suka berada di dalam air atau berjalan di darat.
Bagian dari keanehan lainnya adalah bentuk tulang leher yang panjang. Berbeda dengan ular atau kadal, tulang leher rahim pada fosil Tanystropheus direntangkan seperti milik jerapah.
Faktanya, ketika fosilnya pertama kali ditemukan pada tahun 1852, tulang-tulang yang berserakan itu diasumsikan sebagai tulang sayap pterosaurus terbang yang memanjang. BACA JUGA: Terlalu Lama di Luar Angkasa Bisa Membuat Jantung Mengecil, Berbahayakah?
Lihat Juga :