Tersisa 800 Ekor, Spesies Orangutan Tapanuli Mendekati Kepunahan
Jum'at, 02 April 2021 - 10:02 WIB
Habitat yang terbatas ini pun bisa segera terancam oleh pembangkit listrik tenaga air baru yang akan berlokasi di Sungai Batang Toru di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Tanaman seluas 122 hektare ini akan menghalangi beberapa subpopulasi orangutan Tapanuli untuk berbaur, yang dapat menyebabkan perkawinan sedarah dan membatasi keanekaragaman genetik spesies tersebut.
Perusahaan PT North Sumatera Hydro Energy (PT NHSE) telah menghentikan sementara pembangunan pabrik karena pandemi COVID-19. Proyek tersebut juga kehilangan dana utama dari Bank of China, sehingga konstruksi mungkin akan tetap ditunda selama beberapa tahun.
Meijaard dan rekan penulisnya ingin agar pengembang, pemerintah, IUCN, dan Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP) menggunakan jeda ini untuk meluncurkan penyelidikan independen untuk menilai ancaman terhadap orangutan. BACA JUGA: Ilmuwan Ungkap Fungsi Usus Buntu, Ternyata Sangat Vital Bagi Kesehatan
Sebelumnya, PT NHSE mendanai penilaiannya sendiri dan menyimpulkan bahwa tanaman tersebut tidak akan mengancam habitat orangutan. Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) kemudian merilis laporannya sendiri, yang membantah penilaian PT NHSE.
Selain pembangkit listrik, ada faktor lain yang mengancam kelangsungan hidup orangutan Tapanuli. Anda dapat membaca lebih lanjut di The Hill.
Perusahaan PT North Sumatera Hydro Energy (PT NHSE) telah menghentikan sementara pembangunan pabrik karena pandemi COVID-19. Proyek tersebut juga kehilangan dana utama dari Bank of China, sehingga konstruksi mungkin akan tetap ditunda selama beberapa tahun.
Meijaard dan rekan penulisnya ingin agar pengembang, pemerintah, IUCN, dan Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP) menggunakan jeda ini untuk meluncurkan penyelidikan independen untuk menilai ancaman terhadap orangutan. BACA JUGA: Ilmuwan Ungkap Fungsi Usus Buntu, Ternyata Sangat Vital Bagi Kesehatan
Sebelumnya, PT NHSE mendanai penilaiannya sendiri dan menyimpulkan bahwa tanaman tersebut tidak akan mengancam habitat orangutan. Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) kemudian merilis laporannya sendiri, yang membantah penilaian PT NHSE.
Selain pembangkit listrik, ada faktor lain yang mengancam kelangsungan hidup orangutan Tapanuli. Anda dapat membaca lebih lanjut di The Hill.
(ysw)
Lihat Juga :