Dua Solusi Ini Kunci Perusahaan Berhasil Jalankan Transformasi Digital

Kamis, 25 Maret 2021 - 11:51 WIB
"Strategi pengelolaan aset digital menjadi faktor krusial untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja asset; melakukan tindakan preventif sebelum terjadi kegagalan operasional melalui kemampuan analisis prediktif; meningkatkan keamanan dan keselamatan staf dan asset; serta meningkatkan efisiensi biaya perbaikan atau penggantian asset akibat kerusakan secara tiba-tiba," paparnya.

Terdapat empat faktor yang harus dipenuhi dalam strategi pengelolaan aset digital. Yaitu, memastikan ketersediaan (availability) infrastruktur edge dalam kegiatan operasional secara real time dan transparan, memiliki sistem backup and recovery plan yang terintegrasi, memastikan adanya perlindungan sistem dan peralatan listrik yang baik untuk menjaga performa aset, dan memiliki sistem

keamanan fisik dan edge yang terbaik.

“Schneider Electric bekerja sama dengan AVEVA menyediakan solusi Asset Strategy Optimization yang membantu sektor industri dalam meningkatkan kinerja aset. Perangkat lunak tersebut menghasilkan strategi pengelolaan dan pemeliharaan aset digital yang dioptimalkan disesuaikan strategi dan tujuan bisnis perusahaan.

"Solusi Asset Strategy Optimization telah terbukti dapat menekan capex hingga 30%, mengurangi biaya pemeliharaan dan pengawasan hingga 50%, dan biaya suku cadang hingga 25%, serta meningkatkan kinerja aset hingga 15%,” kata Fadli Hamsani, Country Digital Transformation Schneider Electric Indonesia.

Dalam hal pemanfaatan Internet of Things (IoT) di sektor industri, berbanding lurus dengan pertumbuhan transformasi digital industri. IDC memprediksi pengeluaran perusahaan dalam Internet of Things (IoT) secara global akan mencapai tingkat pertumbuhan dua digit pada tahun 2021 di mana para pelaku bisnis memetakan perjalanan transformasi digitalnya menuju pemulihan bisnis.

Semakin canggih teknologi berbasis IIoT seperti robotics, dan Artificial Intelligence menimbulkan tantangan baru dalam mencari solusi terbaik untuk pemrosesan dan penyimpanan data IIoT dalam jumlah besar yang dapat mengurangi latensi. Serta meningkatkan kemampuan perusahaan dalam merespons kompleksitas operasional secara cepat dan fleksibel. Di sinilah peran edge computing.

Semetara itu, Ronny Siswanto, Head of IT Enterprise Sales Schneider Electric Indonesia, mengutarakan, di era edge computing, edge data center memiliki peranan sangat penting dalam lingkungan kegiatan operasional yang berbasis perangkat IoT. Di mana tuntutan akan koneksi jarak jauh yang lebih cepat antara data center atau cloud dengan perangkat kerja jarak jauh dan kolaborasi lintas batas semakin tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!