Ilmuwan Sebut Perubahan Iklim Bisa Berdampak Pada Penularan Malaria di Afrika

Kamis, 11 Maret 2021 - 13:38 WIB
Penelitian di wilayah itu dilakukan karena sebelumnya tidak ada intervensi kesehatan masyarakat dari petugas kesehatan sampai tahun 2004. Hal ini memungkinkan untuk memisahkan pengaruh iklim dari pengaruh tindakan pengendalian penyakit untuk dua parasit yang diketahui bereaksi berbeda terhadap iklim.

Dengan menggunakan pemodelan matematis, tim peneliti menganalisis hubungan antara kasus malaria , iklim regional (suhu lokal dan curah hujan) dan iklim global (khususnya efek El Niño dan Osilasi Dekad Pasifik di Samudra Pasifik). (Baca juga: Prancis Terkena 'Karma' dari Uji Coba Nuklir era Perang Dingin di Sahara)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kasus malaria berkorelasi sangat baik dengan perubahan suhu regional. Penurunan suhu regional berkaitan dengan penurunan kasus malaria yang diamati dari tahun 2000.

Analisis menunjukkan ada "rantai efek" dari variabilitas iklim global ke variasi suhu regional di Afrika Timur, yang diterjemahkan ke dalam kasus malaria baru di dataran tinggi Ethiopia. "Kasus malaria tidak hanya mengikuti perubahan suhu, yang telah kami tunjukkan sebelumnya, tetapi juga dalam penurunannya," kata Mercedes Pascual, peneliti di University of Chicago dan penulis terakhir studi tersebut.

Rodo mengatakan, bukti bahwa perlambatan pemanasan mempengaruhi penularan malaria menunjukkan hubungan yang kuat antara penyakit dan iklim. "Hasil ini juga menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi iklim ketika mengevaluasi intervensi kesehatan masyarakat yang ditujukan untuk pengendalian penyakit," katanya.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!