Sudah Terasa di Jakarta Utara, Fenomena TC 98S Harus Diwaspadai

Rabu, 03 Maret 2021 - 16:12 WIB
Peneliti PSTA LAPAN, Erma Yulihastin, mengatakan pelemahan konveksi di bagian barat Indonesia tersebut dipengaruhi oleh aktivitas vorteks Borneo. Kondisi ini berlangsung hingga 22 Februari, dan menjadi penyebab cuaca yang cenderung cerah selama dua hari di wilayah Jawa bagian barat pada 21-22 Februari.

Kemudian pada 23 Februari, terbentuk siklon tropis (TC 98S) di Samudra Hindia, selatan Nusa Tenggara, yang menarik udara sehingga terjadi peningkatan angin baratan yang signifikan di Jawa bagian tengah dan timur.

"Pergerakan angin kencang ini membuat proses pembentukan awan dan hujan tidak terjadi di Jawa bagian barat," jelas Erma, dikutip dari laman resmi LAPAN, Rabu (3/3/2021).

Pada 24-25 Februari, seiring dengan pergerakan TC 98S ke arah barat, angin dari utara yang berasosiasi dengan aktivitas Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) mulai terbentuk kembali, dan mencapai kekuatan maksimal pada 26 Februari. Alhasil, kembali menyebabkan hujan dinihari dengan intensitas sedang di Jakarta dan sekitarnya.

Erma melanjutkan, sekalipun terjadi hujan dengan intensitas sedang, pada dinihari tanggal 26 Februari tidak terjadi hujan ekstrem persisten yang bisa menimbulkan banjir karena angin yang berasal dari utara ditarik oleh TC 98S.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!