Sinergi Produk dan Layanan, Pegadaian Terus Kembangkan Teknologi Digital
Jum'at, 26 Februari 2021 - 15:16 WIB
penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Ketua Umum Aprindo, Roy N Mandey dan Sekjen Aprindo, Solihin bersama dengan Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto, Jumat (26/2) di Jakarta. FOTO/ IST
NEW YORK - Teknologi digital kini telah masuk disegala sektor bisnis, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) gandeng PT Pegadaian untuk membangun pemberdayaan anggota, melalui kerjasama pemanfaatan produk serta layanan.
Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Ketua Umum Aprindo, Roy N Mandey dan Sekjen Aprindo, Solihin bersama dengan Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto, Jumat (26/2) di Jakarta.
BACA JUGA - Riset Sebut Orang yang Sudah Divaksin COVID-19 Tak Aman dengan Mutasi P.1
Kerjasama antara kedua pihak ini antara lain meliputi pembentukan agen pegadaian, penyediaan layanan Tabungan Emas serta fasilitas pembiayaan untuk para anggota Aprindo, supplier serta UMKM yang exist di gerai ritel modern. Untuk diketahui, Aprindo yang telah berusia 26 tahun berkiprah dan mewadai anggota sekitar 600 pelaku usaha ritel modern (minimarket, supermarket, hypermarket, wholeseller/grosir dan department/specialty store), hampir 50 ribu gerai dan 7juta pelaku UMKM aktif, tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Ketua Umum Aprindo, Roy N Mandey dan Sekjen Aprindo, Solihin bersama dengan Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto, Jumat (26/2) di Jakarta.
BACA JUGA - Riset Sebut Orang yang Sudah Divaksin COVID-19 Tak Aman dengan Mutasi P.1
Kerjasama antara kedua pihak ini antara lain meliputi pembentukan agen pegadaian, penyediaan layanan Tabungan Emas serta fasilitas pembiayaan untuk para anggota Aprindo, supplier serta UMKM yang exist di gerai ritel modern. Untuk diketahui, Aprindo yang telah berusia 26 tahun berkiprah dan mewadai anggota sekitar 600 pelaku usaha ritel modern (minimarket, supermarket, hypermarket, wholeseller/grosir dan department/specialty store), hampir 50 ribu gerai dan 7juta pelaku UMKM aktif, tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Lihat Juga :