Pelaku UMKM Batik Butuh Sentuhan Ahli Teknologi dan Pemasaran
Jum'at, 19 Februari 2021 - 14:16 WIB
Eva Noor, pencetus merek Batik Menoor guna menghidupkan potensi ekonomi kaum perempuan. Foto/Ist
JAKARTA - Para pelaku UMKM ikut merasakan dampak ekonomi dari pandemik COVID-19. Terutama mereka yang bergerak di fashion batik, di mana perhelatan pagelaran atau pameran busana ditiadakan. Baca juga: Tercatat Sudah Ada 3,8 Juta Pelaku UMKM Gabung ke Ekosistem Digital
Untuk menyelamatkan para pelaku batik, dibutuhkan inovasi produk dan teknologi yang menyesuaikan kondisi pasar. Dari sisi seni batik dasarnya mengakar pada budaya nasional Indonesia, meski begitu perajin batik dituntut dapat beradaptasi dengan perkembangan mode dan zaman.
"Dari sisi teknik industri batikpun harus juga mengikuti perkembangan zaman, baik masalah proses digitalisasi yang dapat disosialisasikan merata ke seluruh sentra industri yang ada di beberapa daerah, agar mereka bisa memiliki akses terhadap pengetahuan, teknologi, pembiayaan dan pasar," kata Eva Noor, pencetus merek Batik Menoor.
Batik Menoor, ujar dia, berusaha membantu perajin batik dalam sisi pasar, serta bekerja sama dengan instansi dan pihak terkait, agar pelaku batik di daerah pun memiliki akses pembiayaan, pengetahuan, dan teknologi dalam pengembangan usaha.
"Visi misi Batik Menoor ke depan mencoba memberi sumbangsih yang lebih baik pada perajin, serta membuka peluang pasar secara global dalam peningkatan ekonomi daerah," klaimnya.
Supaya visi misinya bisa tercapai, Batik Menoor akan membuat program pemberdayaan perempuan khusus pada perajin batik di tiap daerah. Dengan harapan, tercipta desain khas daerah masing masing yang nantinya dapat dipasarkan di dalam dan di luar negeri.
Untuk menyelamatkan para pelaku batik, dibutuhkan inovasi produk dan teknologi yang menyesuaikan kondisi pasar. Dari sisi seni batik dasarnya mengakar pada budaya nasional Indonesia, meski begitu perajin batik dituntut dapat beradaptasi dengan perkembangan mode dan zaman.
"Dari sisi teknik industri batikpun harus juga mengikuti perkembangan zaman, baik masalah proses digitalisasi yang dapat disosialisasikan merata ke seluruh sentra industri yang ada di beberapa daerah, agar mereka bisa memiliki akses terhadap pengetahuan, teknologi, pembiayaan dan pasar," kata Eva Noor, pencetus merek Batik Menoor.
Batik Menoor, ujar dia, berusaha membantu perajin batik dalam sisi pasar, serta bekerja sama dengan instansi dan pihak terkait, agar pelaku batik di daerah pun memiliki akses pembiayaan, pengetahuan, dan teknologi dalam pengembangan usaha.
"Visi misi Batik Menoor ke depan mencoba memberi sumbangsih yang lebih baik pada perajin, serta membuka peluang pasar secara global dalam peningkatan ekonomi daerah," klaimnya.
Supaya visi misinya bisa tercapai, Batik Menoor akan membuat program pemberdayaan perempuan khusus pada perajin batik di tiap daerah. Dengan harapan, tercipta desain khas daerah masing masing yang nantinya dapat dipasarkan di dalam dan di luar negeri.
Lihat Juga :