Ilmuwan Ciptakan 'Jari Buatan' untuk Diagnosis dan Tangkap COVID-19
Kamis, 11 Februari 2021 - 08:02 WIB
Ilustrasi Penanganan virus Covid-19 oleh tim ahli. FOTO/ IST
JAKARTA - Para ilmuwan di Laboratorium Sains dan Teknologi Pertahanan di Porton Down telah menemukan teknologi baru yang revolusioner untuk mengukur berapa lama virus Covid-19 dapat bertahan dari berbagai jenis material.
ilmuwan ciptakan "Jari silikon" revolusioner mensimulasikan minyak dan sekresi alami kulit manusia, membantu petugas medis mengukur berapa lama virus corona tetap aktif di permukaan seperti pegangan pintu, meja, dan pegangan tangga. BACA JUGA- Ada Pesawat Lain di Depan SJ182, ATC Minta Kapten Afwan Kurangi Ketinggian
Jari buatan, yang memiliki lekukan dan lekukan yang mirip dengan jari manusia asli dan bahkan mensimulasikan minyak dan sekresi alami kulit manusia, dapat digunakan untuk membuat pengukuran yang akurat tentang berapa lama virus Covid-19 tetap aktif di permukaan seperti pegangan pintu, meja, dan pegangan tangga.
Data dari jari palsu tersebut akan memungkinkan administrator rumah sakit dan manajer fasilitas lainnya menentukan tindakan apa yang perlu mereka ambil untuk mengendalikan penyebaran virus dan menjaga keamanan publik.
ilmuwan ciptakan "Jari silikon" revolusioner mensimulasikan minyak dan sekresi alami kulit manusia, membantu petugas medis mengukur berapa lama virus corona tetap aktif di permukaan seperti pegangan pintu, meja, dan pegangan tangga. BACA JUGA- Ada Pesawat Lain di Depan SJ182, ATC Minta Kapten Afwan Kurangi Ketinggian
Jari buatan, yang memiliki lekukan dan lekukan yang mirip dengan jari manusia asli dan bahkan mensimulasikan minyak dan sekresi alami kulit manusia, dapat digunakan untuk membuat pengukuran yang akurat tentang berapa lama virus Covid-19 tetap aktif di permukaan seperti pegangan pintu, meja, dan pegangan tangga.
Data dari jari palsu tersebut akan memungkinkan administrator rumah sakit dan manajer fasilitas lainnya menentukan tindakan apa yang perlu mereka ambil untuk mengendalikan penyebaran virus dan menjaga keamanan publik.
Lihat Juga :