Akses Telekomunikasi di Anambas dan Natuna sempat Putus
Rabu, 10 Februari 2021 - 11:00 WIB
"Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak agar proses pemulihan dilaksanakan dengan secepatnya. Saat ini masyarakat telah berangsur-angsur mendapatkan akses komunikasi melalui akses dari jaringan lain yang menjadi solusi sementara," tambahnya.
Saat ini, Syarif menjelaskan bahwa kabel optik yang terputus sedang dalam pengerjaan pemulihan secara intensif. Berbagai pihak yang ikut menggunakan infrastruktur Palapa Ring Barat juga diimbau untuk berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar area infrastruktur, karena kesalahan sedikit saja bisa berdampak besar bagi masyarakat.
Sementara itu, Japrizal, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas, mengatakan tidak tersedianya jaringan akses telekomunikasi yang maksimal saat itu, berdampak kepada sektor kehidupan yang dianggap sudah menjadi kebutuhan dasar di daerah perbatasan.
"Namun sekarang kita bisa melakukan tindakan-tindakan preventif guna menghindarkan ini semua terjadi lagi di masa depan. Kami berharap masyarakat bisa terus mendapatkan akses internet layak bagi keberlangsungan sosial dan ekonomi sekitar," ungkapnya.Baca juga : India Desak Pabrikan Berhenti Jual Mobil dengan Standar Keamanan Rendah
Di sisi lain, Raja Darmika, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Natuna mengatakan, mengaku mendapat banyak keluhan langsung dari masyarakat bahwa proses belajar daring, jual beli daring, dan banyak aktivitas lain menjadi terhambat.
Saat ini, Syarif menjelaskan bahwa kabel optik yang terputus sedang dalam pengerjaan pemulihan secara intensif. Berbagai pihak yang ikut menggunakan infrastruktur Palapa Ring Barat juga diimbau untuk berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar area infrastruktur, karena kesalahan sedikit saja bisa berdampak besar bagi masyarakat.
Sementara itu, Japrizal, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas, mengatakan tidak tersedianya jaringan akses telekomunikasi yang maksimal saat itu, berdampak kepada sektor kehidupan yang dianggap sudah menjadi kebutuhan dasar di daerah perbatasan.
"Namun sekarang kita bisa melakukan tindakan-tindakan preventif guna menghindarkan ini semua terjadi lagi di masa depan. Kami berharap masyarakat bisa terus mendapatkan akses internet layak bagi keberlangsungan sosial dan ekonomi sekitar," ungkapnya.Baca juga : India Desak Pabrikan Berhenti Jual Mobil dengan Standar Keamanan Rendah
Di sisi lain, Raja Darmika, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Natuna mengatakan, mengaku mendapat banyak keluhan langsung dari masyarakat bahwa proses belajar daring, jual beli daring, dan banyak aktivitas lain menjadi terhambat.
Lihat Juga :