Jawab Tantangan Digitalisasi, Telkom Dirikan Instititute Belajar dan Riset

Senin, 11 Januari 2021 - 07:55 WIB
“Ini merupakan pekerjaan kita bersama yang kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak yang memiliki visi yang sama untuk TMI, seperti akademisi/universitas, bisnis (BUMN), komunitas, pemerintah, dan penyedia teknologi," katanya.

Melalui TMI, Ririek menyebut bahwa negara dapat memperoleh manfaat dari pengembangan inovasi yang dihasilkan, meningkatkan daya saing dan mendorong kinerja perusahaan serta meletakkan fondasi kuat dan menjadi penggerak kemandirian teknologi. Selain sebagai pusat inovasi bangsa dalam menjawab tantangan ekonomi digital.

Sementara itu, Deputi Bidang SDM & Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni mengatakan, TMI menjadi solusi bagi beberapa BUMN. Diantaranya Telkom kini berkembang dari telekomunikasi menjadi digital telco terbesar di tanah air, PFN dari produksi konten (film) menjadi pendukung (enabler) produksi konten kreatif dan film melalui IPR Repository, inkubasi bisnis dan sertifikasi profesi di tingkat nasional dan internasional.

Danareksa kini tak hanya transaksi di pasar modal tapi juga sudah menerapkan interkoneksi switching perbankan yang merupakan transformasi baru yang harus dikelola untuk memajukan ekonomi. Demikian pula PPA yang tidak lagi terbatas mengelola asset ex BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional), tetapi juga asset BUMN serta berkewajiban mengkaji restrukturisasi atau revitalisasi BUMN serta melakukan kegiatan investasi.

"Akselerasi transformasi di BUMN saat menjadi sangat penting disebabkan adanya perubahan yang demikian tinggi dan kompetisi bisnis. Karena itu, dalam Rapim yang dipimpin Pak Menteri BUMN dan seluruh pimpinan, memutuskan BUMN harus punya learning institute dan riset institute yg dedicated," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!