Teknologi DPCS Diyakini Bisa Antisipasi Kelangkaan Pupuk di Tanah Air
Rabu, 23 Desember 2020 - 22:28 WIB
Vice President Infrastructure Distribution, Pupuk Indonesia, Boyke Garda Aria, menjelaskan, fitur-fitur pada DPCS dapat memperlihatkan garis distribusi pupuk dari produsen ke gudang-gudang dan distributor.
Inovasi ini juga dapat melakukan pelacakan (tracking) pada truk dan kapal, serta volume pupuk yang diangkut secara terkini (real time). "Apabila ada daerah dengan bendera merah, itu bukan berarti sudah habis. Namun ada stok tapi tidak banyak. Dapat diketahui juga berapa lama truk tersebut untuk sampai dan mengisi stok di gudang," jelas Gusrizal.
Pada tahap awal, sistem DPCS ini masih digunakan secara internal oleh Pupuk Indonesia. Nantinya, teknologi ini dapat diakses oleh publik, bahkan tidak menutup kemungkinan akan diterapkan oleh BUMN lainnya yang memerlukan fitur serupa.
DPCS mengumpulkan seluruh data stok dari sekitar 27.000 pengecer dan 1.237 distributor di lebih dari 400 kabupaten di seluruh Indonesia. (Baca juga: Begitu Ganteng, Inilah Gambar Rekayasa Komputer Mitsubishi Outlander 2022 )
Inovasi ini juga dapat melakukan pelacakan (tracking) pada truk dan kapal, serta volume pupuk yang diangkut secara terkini (real time). "Apabila ada daerah dengan bendera merah, itu bukan berarti sudah habis. Namun ada stok tapi tidak banyak. Dapat diketahui juga berapa lama truk tersebut untuk sampai dan mengisi stok di gudang," jelas Gusrizal.
Pada tahap awal, sistem DPCS ini masih digunakan secara internal oleh Pupuk Indonesia. Nantinya, teknologi ini dapat diakses oleh publik, bahkan tidak menutup kemungkinan akan diterapkan oleh BUMN lainnya yang memerlukan fitur serupa.
DPCS mengumpulkan seluruh data stok dari sekitar 27.000 pengecer dan 1.237 distributor di lebih dari 400 kabupaten di seluruh Indonesia. (Baca juga: Begitu Ganteng, Inilah Gambar Rekayasa Komputer Mitsubishi Outlander 2022 )
(iqb)
Lihat Juga :