Menyimpan Konten Pribadi di Smartphone Bukanlah Hal yang Bijak
Rabu, 09 Desember 2020 - 12:00 WIB
Menyimpan konten-konten pribadi di smartphone bukanlah hal yang bijak. Sebab, meski dirasa sudah disimpan dengan aman, tetapi ada kemungkinan bocor dan tersebar di dunia maya.
Pratama menjelaskan, ketika video maupun foto intim yang disimpan di smartphone tersebar di banyak platform sosial media maupun aplikasi pesan singkat, konten tersebut akan sangat sulit untuk dihapus.
"Maka dari itu, menjaga gawai dengan bijak dan seaman mungkin sangat diperlukan," ujarnya.
Jadi, misalkan konten-konten tersebut dikirimkan melalui WhatsApp, bukan tidak mungkin konten itu dengan cepat naik ke media sosial seperti Twitter. Kemudian, oleh para pengepul video porno juga dinaikkan ke situs porno luar negeri.
Bila konten pribadi semacam itu sudah naik ke internet, akan sulit untuk dihapus. Karena banyak orang yang sudah menyimpan dan mengunduhnya. Artinya, kapanpun mereka bisa unggah ke situs tertentu. "Meskipun bila nanti ada UU Perlindungan Data Pribadi dengan hak right to be forgotten, tetap sulit untuk menghapus konten negatif dengan identitas kita," tegas Pratama. (Baca juga : Morphoz, Sang Transformers Jadi Mobil Konsep Terbaik Tahun 2020 )
Pratama menjelaskan, ketika video maupun foto intim yang disimpan di smartphone tersebar di banyak platform sosial media maupun aplikasi pesan singkat, konten tersebut akan sangat sulit untuk dihapus.
"Maka dari itu, menjaga gawai dengan bijak dan seaman mungkin sangat diperlukan," ujarnya.
Jadi, misalkan konten-konten tersebut dikirimkan melalui WhatsApp, bukan tidak mungkin konten itu dengan cepat naik ke media sosial seperti Twitter. Kemudian, oleh para pengepul video porno juga dinaikkan ke situs porno luar negeri.
Bila konten pribadi semacam itu sudah naik ke internet, akan sulit untuk dihapus. Karena banyak orang yang sudah menyimpan dan mengunduhnya. Artinya, kapanpun mereka bisa unggah ke situs tertentu. "Meskipun bila nanti ada UU Perlindungan Data Pribadi dengan hak right to be forgotten, tetap sulit untuk menghapus konten negatif dengan identitas kita," tegas Pratama. (Baca juga : Morphoz, Sang Transformers Jadi Mobil Konsep Terbaik Tahun 2020 )
Lihat Juga :