Riset GDB Sebut COVID-19 dengan Penyakit Kronis Terus Meningkat
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 13:03 WIB
“Sebagian besar faktor-faktor risiko ini dapat dicegah dan diobati, dengan mengatasinya akan memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang besar. Kita gagal mengubah perilaku-perilaku tidak sehat, terutama yang berkaitan dengan kualitas makanan, asupan kalori, dan kegiatan fisik, sebagian karena tidak ada perhatian yang cukup (dari pembuat) kebijakan dan pendanaan untuk kesehatan publik dan riset (mengenai) perilaku”, kata Professor Christopher Murray, Direktur Institut untuk Metrik dan Evaluasi Kesehatan (Institute for Health Metrics and Evaluation/IHME) di Universitas Washington, Amerika Serikat, yang memimpin riset tersebut [2].
Dr Richard Horton, Pemimpin Redaksi The Lancet, berkata : “Sifat sindrom dari ancaman yang kita hadapi menuntut kita untuk tidak hanya merawat setiap penyakit, namun juga segera mengatasi kesenjangan sosial sebagai latar-belakang yang membentuknya - kemiskinan, perumahan, pendidikan, dan suku, yang semuanya merupakan penentu kesehatan yang kuat”
Di tahun 2019, penyebab-penyebab utama gangguan kesehatan berbeda-beda secara substansial di semua kelompok usia. Cedera di jalan, gangguan sakit kepala, HIV/AIDS, nyeri punggung bawah, dan gangguan depresi adalah masalah kesehatan yang dominan di kalangan orang yang lebih muda berusia 10-49 tahun. Sementara itu, penyakit jantung iskemik, stroke, dan diabetes adalah kontributor utama gangguan kesehatan pada orang-orang berusia 50 tahun atau lebih.
Dalam dekade terakhir, kemajuan global di bidang kesehatan tidak merata. Negara-negara berpendapatan rendah dan menengah (Low- and middle-income countries/LMIC) telah memperoleh kemajuan yang mengagumkan di bidang kesehatan, terutama keberhasilan upaya mereka dalam menangani penyakit infeksi, persalinan, dan neonatal. Misalnya Ethiopia, Sudan, dan Bangladesh telah mengalami penurunan 2% atau lebih per tahun dalam tingkat gangguan kesehatan terstandardisasi umur (DALYs).
Dr Richard Horton, Pemimpin Redaksi The Lancet, berkata : “Sifat sindrom dari ancaman yang kita hadapi menuntut kita untuk tidak hanya merawat setiap penyakit, namun juga segera mengatasi kesenjangan sosial sebagai latar-belakang yang membentuknya - kemiskinan, perumahan, pendidikan, dan suku, yang semuanya merupakan penentu kesehatan yang kuat”
Di tahun 2019, penyebab-penyebab utama gangguan kesehatan berbeda-beda secara substansial di semua kelompok usia. Cedera di jalan, gangguan sakit kepala, HIV/AIDS, nyeri punggung bawah, dan gangguan depresi adalah masalah kesehatan yang dominan di kalangan orang yang lebih muda berusia 10-49 tahun. Sementara itu, penyakit jantung iskemik, stroke, dan diabetes adalah kontributor utama gangguan kesehatan pada orang-orang berusia 50 tahun atau lebih.
Dalam dekade terakhir, kemajuan global di bidang kesehatan tidak merata. Negara-negara berpendapatan rendah dan menengah (Low- and middle-income countries/LMIC) telah memperoleh kemajuan yang mengagumkan di bidang kesehatan, terutama keberhasilan upaya mereka dalam menangani penyakit infeksi, persalinan, dan neonatal. Misalnya Ethiopia, Sudan, dan Bangladesh telah mengalami penurunan 2% atau lebih per tahun dalam tingkat gangguan kesehatan terstandardisasi umur (DALYs).
(wbs)
Lihat Juga :