240 Aplikasi Jahat Dihapus Google, Ternyata Banyak Diunduh Orang Indonesia
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 15:01 WIB
Namun terlepas dari tindakan keras dari Google, aplikasi lain yang menampilkan iklan di luar konteks terus ditemukan.
Terbaru, penemuan datang dari firma pendeteksi penipuan iklan White Ops. Dalam sebuah posting blog, perusahaan mengatakan telah menemukan cluster baru yang terdiri dari 240 aplikasi Android yang membombardir penggunanya dengan iklan di luar konteks.
White Ops menamai grup ini RainbowMix dan mengatakan telah mendeteksi tanda-tanda aktivitas pertama pada awal April tahun ini.
Sebagian besar aplikasi yang terdeteksi terkait dengan game, klon dari aplikasi yang sah, bahkan juga menyertakan komponen berbahaya yang disebut "com.timuz.a" yang bertanggung jawab untuk menampilkan iklan di luar konteks yang menyesatkan.
Dilansir dari ZDnet, Sabtu (10/10/2020), White Ops mengatakan 240 aplikasi tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 14 juta unduhan pada tahun ini saja.
Seluruh operasi ilegal tersebut mencapai puncaknya pada bulan Agustus ketika menghasilkan lebih dari 15 juta tayangan iklan per hari.
Menurut telemetri White Ops, sebagian besar aplikasi dipasang oleh pengguna di seluruh Amerika dan Asia, dengan negara teratas adalah:
Terbaru, penemuan datang dari firma pendeteksi penipuan iklan White Ops. Dalam sebuah posting blog, perusahaan mengatakan telah menemukan cluster baru yang terdiri dari 240 aplikasi Android yang membombardir penggunanya dengan iklan di luar konteks.
White Ops menamai grup ini RainbowMix dan mengatakan telah mendeteksi tanda-tanda aktivitas pertama pada awal April tahun ini.
Sebagian besar aplikasi yang terdeteksi terkait dengan game, klon dari aplikasi yang sah, bahkan juga menyertakan komponen berbahaya yang disebut "com.timuz.a" yang bertanggung jawab untuk menampilkan iklan di luar konteks yang menyesatkan.
Dilansir dari ZDnet, Sabtu (10/10/2020), White Ops mengatakan 240 aplikasi tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 14 juta unduhan pada tahun ini saja.
Seluruh operasi ilegal tersebut mencapai puncaknya pada bulan Agustus ketika menghasilkan lebih dari 15 juta tayangan iklan per hari.
Menurut telemetri White Ops, sebagian besar aplikasi dipasang oleh pengguna di seluruh Amerika dan Asia, dengan negara teratas adalah:
Lihat Juga :