74 Ekor Badak Jawa yang Tersisa Rayakan Hari Badak Sedunia
Selasa, 22 September 2020 - 22:07 WIB
Berdasarkan data TNUK, pada Agustus 2020 populasi Badak Jawa yang tersisa hanya 74 ekor saja. Berbagai macam ancaman mengintai badak maupun “rumah terakhirnya”.
Beberapa masalah yang teridentifikasi seperti ancaman bencana alam, distribusi pakan yang menurun, ancaman penyakit, dan menurunnya kualitas genetik dihadapi badak bercula satu ini.
Ekspedisi ini bertujuan untuk mendokumentasikan cerita tentang proses menemukan Badak Jawa di habitat terakhirnya, dan merekam sudut pandang inspiratif dunia konservasi, baik dari masyarakat ataupun lembaga ke dalam bentuk tulisan, foto, dan film dokumenter.
Karya yang lahir dari ekspedisi ini kemudian dapat digunakan untuk kegiatan kampanye dan penyadaran tentang konservasi Badak Jawa untuk masyarakat luas.
Anggodo melanjutkan, Badak Jawa hanya dapat ditemukan di Semenanjung Ujung Kulon dan untuk melihat langsung diperlukan izin khusus, sehingga tidak akan mengganggu perilaku dan habitatnya.
“Kami menyambut baik dan kami sangat mendukung kegiatan ekspedisi ini dan berharap bahwa kegiatan ini akan meningkatkan atensi masyarakat terhadap upaya konservasi Badak Jawa,“ imbuhnya.
Ekspedisi badak Jawa di dalam TNUK dimulai tepat pada Hari Badak Sedunia pada tanggal 22 September hingga 6 Oktober 2019, yang melibatkan tim gabungan dari JRE, petugas dari TNUK, dan masyarakat lokal.
Beberapa masalah yang teridentifikasi seperti ancaman bencana alam, distribusi pakan yang menurun, ancaman penyakit, dan menurunnya kualitas genetik dihadapi badak bercula satu ini.
Ekspedisi ini bertujuan untuk mendokumentasikan cerita tentang proses menemukan Badak Jawa di habitat terakhirnya, dan merekam sudut pandang inspiratif dunia konservasi, baik dari masyarakat ataupun lembaga ke dalam bentuk tulisan, foto, dan film dokumenter.
Karya yang lahir dari ekspedisi ini kemudian dapat digunakan untuk kegiatan kampanye dan penyadaran tentang konservasi Badak Jawa untuk masyarakat luas.
Anggodo melanjutkan, Badak Jawa hanya dapat ditemukan di Semenanjung Ujung Kulon dan untuk melihat langsung diperlukan izin khusus, sehingga tidak akan mengganggu perilaku dan habitatnya.
“Kami menyambut baik dan kami sangat mendukung kegiatan ekspedisi ini dan berharap bahwa kegiatan ini akan meningkatkan atensi masyarakat terhadap upaya konservasi Badak Jawa,“ imbuhnya.
Ekspedisi badak Jawa di dalam TNUK dimulai tepat pada Hari Badak Sedunia pada tanggal 22 September hingga 6 Oktober 2019, yang melibatkan tim gabungan dari JRE, petugas dari TNUK, dan masyarakat lokal.
Lihat Juga :