Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Rabu, 01 Juli 2026 - 18:14 WIB
Anemon laut Nematostella vectensis telah membantu para ilmuwan menemukan mekanisme resistensi antivirus yang "tidak lazim".
Awalnya, CARDIB memiliki struktur yang sangat mirip dengan MAVS, sehingga para peneliti percaya bahwa virus ini dapat menjalankan peran antivirus yang serupa seperti pada manusia. Namun, asumsi itu dengan cepat runtuh.
Profesor Yehu Moran, kepala Departemen Ekologi, Evolusi, dan Perilaku di Universitas Ibrani, mengatakan: "Kami menemukan bahwa cara kerjanya justru sebaliknya. Alih-alih mengaktifkan mekanisme pertahanan terhadap virus, CARDIB justru menghambatnya."
Sebuah protein yang mengejutkan telah ditemukan yang menawarkan perlindungan dengan memperlambat sistem kekebalan tubuh. Penemuan ini segera menimbulkan pertanyaan penting: Mengapa seekor hewan sengaja menekan respons kekebalan tubuhnya sendiri?
Untuk menyelidiki hal ini, para peneliti menggunakan metode penyuntingan gen CRISPR untuk menghilangkan gen CARDIB dari anemon laut sebelum memaparkannya pada virus.
Hasilnya di luar dugaan: anemon laut tanpa CARDIB menjadi jauh lebih rentan terhadap infeksi. Virus berkembang biak lebih cepat, organisme tidak mampu mengaktifkan sistem pertahanan mereka, dan kemampuan mereka untuk melawan infeksi berkurang drastis.
"Hasilnya benar-benar berlawanan dengan apa yang kami harapkan," kata Sharoni. "Meskipun CARDIB bertindak sebagai imunosupresan dalam kondisi normal, penekan tersebut ternyata sangat penting untuk menghasilkan respons antivirus yang efektif."
Secara keseluruhan, eksperimen menunjukkan bahwa anemon laut bergantung pada jalur antivirus yang sama sekali berbeda dari yang digunakan oleh manusia, meskipun kedua sistem tersebut mengandung komponen molekuler yang terlihat sangat mirip.
Awalnya, CARDIB memiliki struktur yang sangat mirip dengan MAVS, sehingga para peneliti percaya bahwa virus ini dapat menjalankan peran antivirus yang serupa seperti pada manusia. Namun, asumsi itu dengan cepat runtuh.
Profesor Yehu Moran, kepala Departemen Ekologi, Evolusi, dan Perilaku di Universitas Ibrani, mengatakan: "Kami menemukan bahwa cara kerjanya justru sebaliknya. Alih-alih mengaktifkan mekanisme pertahanan terhadap virus, CARDIB justru menghambatnya."
Sebuah protein yang mengejutkan telah ditemukan yang menawarkan perlindungan dengan memperlambat sistem kekebalan tubuh. Penemuan ini segera menimbulkan pertanyaan penting: Mengapa seekor hewan sengaja menekan respons kekebalan tubuhnya sendiri?
Untuk menyelidiki hal ini, para peneliti menggunakan metode penyuntingan gen CRISPR untuk menghilangkan gen CARDIB dari anemon laut sebelum memaparkannya pada virus.
Hasilnya di luar dugaan: anemon laut tanpa CARDIB menjadi jauh lebih rentan terhadap infeksi. Virus berkembang biak lebih cepat, organisme tidak mampu mengaktifkan sistem pertahanan mereka, dan kemampuan mereka untuk melawan infeksi berkurang drastis.
"Hasilnya benar-benar berlawanan dengan apa yang kami harapkan," kata Sharoni. "Meskipun CARDIB bertindak sebagai imunosupresan dalam kondisi normal, penekan tersebut ternyata sangat penting untuk menghasilkan respons antivirus yang efektif."
Secara keseluruhan, eksperimen menunjukkan bahwa anemon laut bergantung pada jalur antivirus yang sama sekali berbeda dari yang digunakan oleh manusia, meskipun kedua sistem tersebut mengandung komponen molekuler yang terlihat sangat mirip.
Lihat Juga :