Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?

Jum'at, 26 Juni 2026 - 21:05 WIB
MacBook dan iPad sudah naik harga, iPhone menyusul bakal naik. Foto: ist
SAN FRANSISCO - Apple tidak lagi bisa melindungi konsumennya dari lonjakan harga komponen elektronik. Hari ini, Jumat, 26 Juni 2026, perusahaan Cupertino itu mengumumkan kenaikan harga MacBook dan iPad secara global.

Pengumuman ini jadi indikasi jelas: krisis supply chain chip tidak lagi teoritis, melainkan nyata di dalam kantong konsumen.



Tim Cook, CEO Apple yang akan pensiun, pernah berkata kepada Wall Street Journal: "Ini adalah banjir seratus tahun. Saya tidak pernah melihat sesuatu seperti ini di area manapun dalam lebih dari 40 tahun."

Ungkapan dramatis Cook bukan berlebihan. Dalam kuartal pertama 2026 saja, harga DRAM (memory utama dalam setiap device) melompat 98 persen. Dalam tiga bulan ke depan, ekspektasi kenaikan lagi 58 hingga 63 persen.

Beberapa produk Apple yang terdampak:

•⁠ ⁠MacBook Neo dari USD599 (Rp10.710.100) naik ke USD699 (Rp12.509.100).

•⁠ ⁠MacBook Air 512GB dari USD1.099 (Rp19.680.100) naik ke USD1.299 (Rp23.245.100).

•⁠ ⁠MacBook Pro 1 terabyte dari USD1.699 (Rp30.405.100) naik ke USD1.999 (Rp35.800.100).

•⁠ ⁠iPad Air 128GB dari USD599 (Rp10.710.100) naik ke USD749 (Rp13.415.100).

•⁠ ⁠iPad Pro WiFi 256GB dari USD999 (Rp17.880.100) naik ke USD1.199 (Rp21.456.100).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!