Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Jum'at, 26 Juni 2026 - 10:58 WIB
Security Design Concept — gambaran penerapan keamanan pada alur data, batas kepercayaan, dan mekanisme autentikasi
Security Skills Assessment & Recognition — ukuran peningkatan kompetensi menghadapi insiden siber
Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia, menegaskan bahwa krisis siber bukan lagi urusan tim IT semata:
"Ketika sebuah insiden terjadi, dampaknya bisa meluas ke operasional bisnis, layanan kepada pelanggan, hingga reputasi organisasi. Para pengambil keputusan juga perlu memahami bagaimana merespons situasi tersebut dengan cepat dan tepat. Kami ingin peserta pulang dengan sesuatu yang dapat langsung digunakan."
Slamet Aji Pamungkas, Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, menekankan bahwa penguatan kapasitas adalah syarat keberlanjutan ekonomi digital nasional:
"Pemanfaatan teknologi digital yang semakin luas perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan dalam menghadapi berbagai risiko siber," katanya.
Firlie Ganinduto, Ketua Umum ADIGSI, menambahkan bahwa Makassar dipilih karena posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur—kawasan yang digitalisasinya makin cepat, tapi kesiapan siber masih tertinggal:
Security Skills Assessment & Recognition — ukuran peningkatan kompetensi menghadapi insiden siber
Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia, menegaskan bahwa krisis siber bukan lagi urusan tim IT semata:
"Ketika sebuah insiden terjadi, dampaknya bisa meluas ke operasional bisnis, layanan kepada pelanggan, hingga reputasi organisasi. Para pengambil keputusan juga perlu memahami bagaimana merespons situasi tersebut dengan cepat dan tepat. Kami ingin peserta pulang dengan sesuatu yang dapat langsung digunakan."
Slamet Aji Pamungkas, Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, menekankan bahwa penguatan kapasitas adalah syarat keberlanjutan ekonomi digital nasional:
"Pemanfaatan teknologi digital yang semakin luas perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan dalam menghadapi berbagai risiko siber," katanya.
Firlie Ganinduto, Ketua Umum ADIGSI, menambahkan bahwa Makassar dipilih karena posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur—kawasan yang digitalisasinya makin cepat, tapi kesiapan siber masih tertinggal:
Lihat Juga :