Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:59 WIB
Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia. FOTO/ Viet
BEIJING - Selama beberapa dekade, pertempuran antara manusia dan virus telah menyerupai pengejaran tanpa akhir. Virus terus bermutasi. Vaksin harus terus diperbarui agar tetap relevan.

Influenza musiman adalah contoh yang paling jelas. Setiap tahun, para ilmuwan harus memprediksi jenis virus mana yang akan dominan agar dapat mengembangkan vaksin yang sesuai. Dengan Covid-19, dunia juga telah menyaksikan banyak pembaruan vaksin karena varian baru terus bermunculan sejak tahun 2021.



Namun bagaimana jika manusia tidak lagi harus mengejar virus? Para peneliti di Universitas Cambridge berpendapat bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat sepenuhnya mengubah pendekatan tersebut. Baru-baru ini, tim peneliti menerbitkan hasil uji coba pertama pada manusia untuk vaksin yang komponen intinya dirancang sepenuhnya menggunakan AI.

Ini dianggap sebagai tonggak penting tidak hanya bagi industri vaksin tetapi juga bagi penerapan AI dalam ilmu biomedis.

Yang membedakan penelitian ini adalah tujuannya bukan untuk menciptakan vaksin baru melawan Covid-19. Ambisi tim peneliti jauh lebih besar.

Alih-alih berfokus pada strain virus tertentu, para ilmuwan ingin menciptakan vaksin yang dapat melindungi terhadap seluruh keluarga virus. Dalam hal ini, kelompok virus yang ditargetkan adalah sarbecovirus, yang meliputi virus penyebab SARS, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, dan banyak virus corona lainnya yang ada pada hewan.

Ini juga merupakan kelompok virus yang dikhawatirkan para ilmuwan dapat menciptakan pandemi baru di masa depan jika terjadi penularan dari hewan ke manusia.

Ketika variasi yang cukup banyak terakumulasi, sistem kekebalan tubuh, yang telah dilatih oleh vaksin-vaksin lama, akan kurang efektif dalam mengenalinya. Itulah mengapa vaksin tradisional seringkali perlu diperbarui secara berkala. AI diharapkan dapat membantu mengatasi kelemahan bawaan ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!