Penelitian Mengejutkan, Lebah Madu Juga Mengalami Gangguan Penciuman seperti Manusia
Minggu, 24 Mei 2026 - 18:24 WIB
Namun, jika jejak muncul beberapa detik setelah aroma memudar (dikenal sebagai "pengkondisian lalu lintas"), tugas menjadi lebih sulit. Ini membutuhkan perhatian atau "persepsi" untuk mengaitkan aroma dengan hadiah selama periode waktu tertentu, mirip dengan apa yang terjadi pada manusia.
Dalam sebuah studi baru, tim ahli melangkah lebih jauh dengan eksperimen "pembelajaran terbalik". Awalnya, lebah dilatih untuk menggunakan belalainya untuk menghisap nektar ketika mencium aroma A (gula) dan mengabaikan aroma B (bukan gula). Setelah beberapa percobaan, aturannya dibalik: aroma B mengandung gula, sedangkan aroma A tidak.
Percobaan dilakukan dalam dua skenario: hadiah muncul bersamaan dengan aroma, dan hadiah muncul kemudian. Meskipun lebah di kedua kelompok akhirnya memahami aturan baru tersebut, kelompok yang menerima hadiah lebih lambat belajar lebih lambat dan kurang konsisten.
Selanjutnya, tim peneliti menambahkan gangguan visual—lampu yang berkedip—pada proses pembelajaran terbalik. Efeknya sangat nyata dan berbeda di setiap kelompok. Di bawah lampu yang berkedip, kelompok yang menerima hadiah secara bersamaan mulai bereaksi terhadap kedua aroma tersebut, seolah-olah mereka tidak lagi mampu membedakannya.
Sebaliknya, kelompok yang menerima hadiah kemudian "membeku" dan tidak bereaksi terhadap bau apa pun. Pada dasarnya, gangguan tersebut menyebabkan satu kelompok bereaksi berlebihan terhadap segala sesuatu, sementara pikiran kelompok lainnya menjadi benar-benar kosong.
Dalam sebuah studi baru, tim ahli melangkah lebih jauh dengan eksperimen "pembelajaran terbalik". Awalnya, lebah dilatih untuk menggunakan belalainya untuk menghisap nektar ketika mencium aroma A (gula) dan mengabaikan aroma B (bukan gula). Setelah beberapa percobaan, aturannya dibalik: aroma B mengandung gula, sedangkan aroma A tidak.
Percobaan dilakukan dalam dua skenario: hadiah muncul bersamaan dengan aroma, dan hadiah muncul kemudian. Meskipun lebah di kedua kelompok akhirnya memahami aturan baru tersebut, kelompok yang menerima hadiah lebih lambat belajar lebih lambat dan kurang konsisten.
Selanjutnya, tim peneliti menambahkan gangguan visual—lampu yang berkedip—pada proses pembelajaran terbalik. Efeknya sangat nyata dan berbeda di setiap kelompok. Di bawah lampu yang berkedip, kelompok yang menerima hadiah secara bersamaan mulai bereaksi terhadap kedua aroma tersebut, seolah-olah mereka tidak lagi mampu membedakannya.
Sebaliknya, kelompok yang menerima hadiah kemudian "membeku" dan tidak bereaksi terhadap bau apa pun. Pada dasarnya, gangguan tersebut menyebabkan satu kelompok bereaksi berlebihan terhadap segala sesuatu, sementara pikiran kelompok lainnya menjadi benar-benar kosong.
Lihat Juga :