Lebih Parah dari Covid-19, Perang Iran Jadikan Industri Penerbangan Global Terpuruk

Selasa, 31 Maret 2026 - 06:53 WIB
Perang Iran Jadikan Industri Penerbangan Global Terpuruk. Foto/ Daily
BEIJING - Maskapai penerbangan di seluruh dunia mulai menaikkan tarif dan menyesuaikan kapasitas penerbangan untuk beradaptasi dengan kenaikan harga bahan bakar yang pesat.

Sebelum konflik antara AS, Israel, dan Iran meletus bulan lalu, industri penerbangan memproyeksikan keuntungan rekor sebesar USD41 miliar pada tahun 2026.



Namun, kenaikan tajam harga bahan bakar jet telah memaksa banyak maskapai penerbangan untuk meninjau kembali rencana operasional dan strategi bisnis mereka.

Sejumlah maskapai penerbangan, mulai dari United Airlines hingga Air New Zealand dan Scandinavian Airlines, telah mengumumkan pengurangan penerbangan atau penyesuaian tarif. Maskapai lain telah menerapkan biaya tambahan bahan bakar untuk mengimbangi biaya tersebut.

Rigas Doganis, mantan kepala Olympic Airways dan mantan direktur easyJet, percaya bahwa industri penerbangan menghadapi dilema antara menyeimbangkan biaya dan permintaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!