Mantan Karyawan Google Ciptakan Simulasi Perang AS-Iran Gunakan Gemini 3.1 dan Data Terbuka

Selasa, 03 Maret 2026 - 17:44 WIB
Apa yang membuat alat ini begitu mengerikan sekaligus mengagumkan adalah fakta bahwa ia dibangun murni menggunakan Intelijen Sumber Terbuka (OSINT). "Kebanyakan orang mengira Anda butuh jaringan satelit pribadi untuk tingkat ketajaman seperti ini," tulis Bilawal, yang sebelumnya bekerja selama 6 tahun di Google untuk membangun peta 3D global.

Secara teknis, WorldView ibarat menumpuk berbagai kertas transparan di atas peta bumi. Bilawal menggunakan teknologi Photorealistic 3D Tiles dari Google sebagai peta dasarnya.

Di atasnya, ia menumpuk data luar biasa: posisi lebih dari 7.000 pesawat terbang secara langsung dari OpenSky Network, data lalu lintas udara militer dari ADS-B Exchange, hingga lintasan orbit asli dari lebih dari 180 satelit milik CelesTrak.

Ia bahkan menyambungkan rekaman kamera pengawas (CCTV) publik secara langsung ke dalam peta bangunan kotanya.

Pekerja Tunggal Berpasukan AI

Hal ini menunjukkan fakta yang lebih dahsyat. Seorang pengembang tunggal kini memiliki daya komputasi setara dengan satu perusahaan besar. Bilawal mengaku tidak menulis kode programnya sendirian secara manual. Ia mempekerjakan "pasukan hantu" yang terdiri dari 8 agen AI yang bekerja secara bersamaan.

Menggunakan model bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti Gemini 3.1, Claude 4.6, dan Codex 5.3, ia membagi tugas.

Satu AI bertugas merancang pelacak satelit, AI lainnya menyambungkan kabel data CCTV, dan sisanya mengatur tampilan visual. Pekerjaan yang di masa lalu membutuhkan waktu berbulan-bulan bagi tim insinyur, kini rampung hanya dalam satu akhir pekan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!