Srikandi, Tempat Sampah AI Canggih yang Mengubah Cara Memilah Sampah
Senin, 23 Februari 2026 - 16:02 WIB
Pengembangan berikutnya ditampilkan dalam Bandung Sustainability Summit 2025 di Institut Teknologi Bandung. Forum ini dihadiri Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, serta Rektor ITB saat itu, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. Dalam forum tersebut, Srikandi dibahas sebagai bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah yang menggabungkan teknologi, tata kelola, dan prinsip keberlanjutan.
Kehadiran dalam ruang akademik memperkuat posisi Nusabin sebagai bagian dari diskursus inovasi nasional yang menempatkan teknologi sebagai elemen pendukung perubahan sistemik.
Penerapan sistem di lingkungan tersebut dinilai selaras dengan visi pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dan nilai keimanan. Teknologi diposisikan sebagai media pembelajaran praktis yang mendorong pembentukan karakter dan tanggung jawab terhadap lingkungan melalui praktik sehari-hari.
Dalam uji coba tersebut, tempat sampah AI Srikandi menunjukkan konsistensi performa dalam mengenali dan memilah sampah secara otomatis tanpa memerlukan intervensi manual yang kompleks dari pihak pengelola.
“Wah, beneran cepat dan simpel ya?” puji Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz Faisal Malik Hendropriyono.
Dalam forum tersebut, sistem Srikandi diuji secara langsung dan memperoleh tanggapan positif terkait kemudahan serta kecepatan penggunaannya. Pengalaman tersebut mencerminkan kesesuaian sistem dengan prinsip kesederhanaan di sisi pengguna, sekaligus kompleksitas pengelolaan di balik layar.
“Inovasinya keren banget. Ini menunjukkan bagaimana solusi pengelolaan sampah harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara lama. Sistem seperti ini membuka peluang untuk tata kelola yang lebih presisi dan terukur," kata CEO Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano.
Apresiasi juga datang dari ekosistem pengelolaan sampah dan kalangan industri. Inovasi berbasis sistem yang ditawarkan Srikandi dinilai relevan dengan kebutuhan pengelolaan sampah modern yang menuntut presisi, keterukuran, dan konsistensi operasional.
Kehadiran dalam ruang akademik memperkuat posisi Nusabin sebagai bagian dari diskursus inovasi nasional yang menempatkan teknologi sebagai elemen pendukung perubahan sistemik.
Uji Nyata di Lingkungan Pendidikan
Validasi operasional Srikandi dilakukan melalui inisiatif #MadrasahMulaiMemilah di MAN Insan Cendekia Serpong pada Desember 2025. Lingkungan pendidikan dipilih sebagai ruang uji karena memiliki ratusan pengguna aktif setiap hari dengan dinamika perilaku yang beragam.Penerapan sistem di lingkungan tersebut dinilai selaras dengan visi pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dan nilai keimanan. Teknologi diposisikan sebagai media pembelajaran praktis yang mendorong pembentukan karakter dan tanggung jawab terhadap lingkungan melalui praktik sehari-hari.
Dalam uji coba tersebut, tempat sampah AI Srikandi menunjukkan konsistensi performa dalam mengenali dan memilah sampah secara otomatis tanpa memerlukan intervensi manual yang kompleks dari pihak pengelola.
Apresiasi di Forum Nasional dan Industri
Momentum penting terjadi pada 17 Desember 2025 dalam peluncuran Rumah Pemulihan Material Waste4Change di Jatiwaringin. Acara tersebut dihadiri lebih dari 100 pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk perwakilan pemerintah pusat.“Wah, beneran cepat dan simpel ya?” puji Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz Faisal Malik Hendropriyono.
Dalam forum tersebut, sistem Srikandi diuji secara langsung dan memperoleh tanggapan positif terkait kemudahan serta kecepatan penggunaannya. Pengalaman tersebut mencerminkan kesesuaian sistem dengan prinsip kesederhanaan di sisi pengguna, sekaligus kompleksitas pengelolaan di balik layar.
“Inovasinya keren banget. Ini menunjukkan bagaimana solusi pengelolaan sampah harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara lama. Sistem seperti ini membuka peluang untuk tata kelola yang lebih presisi dan terukur," kata CEO Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano.
Apresiasi juga datang dari ekosistem pengelolaan sampah dan kalangan industri. Inovasi berbasis sistem yang ditawarkan Srikandi dinilai relevan dengan kebutuhan pengelolaan sampah modern yang menuntut presisi, keterukuran, dan konsistensi operasional.
Lihat Juga :