Riset Harvard Temukan AI Meningkatkan Produktivitas Namun hanya Sementara
Rabu, 11 Februari 2026 - 20:44 WIB
Kecerdasan buatan. FOTO/ DAILY
NEW YOTK - Penggunaan kecerdasan buatan (AI) kini meluas di industri teknologi, bahkan beberapa perusahaan menjadikan penggunaannya sebagai persyaratan dasar untuk pekerjaan sehari-hari.
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) meluas di industri teknologi, tetapi sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas yang dihasilkan dari penggunaan AI hanya bersifat sementara sebelum berdampak negatif pada kesejahteraan karyawan.
Karyawan yang menggunakan AI awalnya mendapat manfaat dengan menyelesaikan tugas lebih cepat, tetapi kemudian terpapar 'peningkatan beban kerja' ketika tugas meningkat secara signifikan setelah fase antusiasme menggunakan teknologi baru.
Peningkatan beban kerja menyebabkan karyawan mengalami kelelahan kognitif, stres berkepanjangan, dan risiko 'burnout', menyangkal keyakinan bahwa AI dapat mengurangi beban kerja manusia dalam jangka panjang.
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) meluas di industri teknologi, tetapi sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas yang dihasilkan dari penggunaan AI hanya bersifat sementara sebelum berdampak negatif pada kesejahteraan karyawan.
Karyawan yang menggunakan AI awalnya mendapat manfaat dengan menyelesaikan tugas lebih cepat, tetapi kemudian terpapar 'peningkatan beban kerja' ketika tugas meningkat secara signifikan setelah fase antusiasme menggunakan teknologi baru.
Peningkatan beban kerja menyebabkan karyawan mengalami kelelahan kognitif, stres berkepanjangan, dan risiko 'burnout', menyangkal keyakinan bahwa AI dapat mengurangi beban kerja manusia dalam jangka panjang.
Lihat Juga :