Prediksi Kaspersky 2026: Batas Antara Konten Asli dan Palsu Kian Mustahil Dibedakan

Senin, 12 Januari 2026 - 12:50 WIB
Kaspersky mengidentifikasi sejumlah tren utama bagaimana AI membentuk ulang lanskap ancaman pada 2026.

Sorotan utama tertuju pada fenomena Deepfake. Jika sebelumnya teknologi manipulasi wajah dan suara ini hanya dikuasai oleh ahli dengan perangkat canggih, tahun 2026 menandai era "demokratisasi" kejahatan siber.

Hambatan masuk untuk membuat deepfake kian rendah. Kini, bahkan individu non-ahli dapat memproduksi konten palsu kualitas menengah hanya dengan beberapa klik.

Meskipun kualitas visual sudah sangat tinggi, area pertumbuhan berikutnya adalah realisme audio. Suara sintetis yang nyaris sempurna akan menjadi senjata utama penipuan.

Akibatnya, deepfake diprediksi menjadi teknologi arus utama dalam kejahatan siber. Perusahaan kini dipaksa memasukkan risiko konten sintetis ke dalam agenda keamanan utama mereka, melatih karyawan untuk skeptis terhadap apa yang mereka lihat dan dengar, karena batas antara konten asli dan palsu semakin kabur.

Simalakama Open Source dan Kaburnya Realitas

Para ahli Kaspersky juga menyoroti bahaya dari perkembangan model AI sumber terbuka (open source). Model-model ini dengan cepat mengejar ketertinggalan fungsionalitas dibandingkan model tertutup (proprietary).

Masalahnya, model tertutup biasanya dilengkapi mekanisme kontrol ketat untuk mencegah penyalahgunaan.

Sebaliknya, model sumber terbuka beredar bebas tanpa batasan sebanding. Hal ini menciptakan peluang besar bagi penyalahgunaan, di mana aktor ancaman dapat memodifikasi model canggih untuk tujuan jahat tanpa terdeteksi filter keamanan standar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!