Kripto Berdarah: Bitcoin Terkapar di Level Rp1,47 Miliar, Suku Bunga Jepang Kembali Menghantui Pasar
Senin, 15 Desember 2025 - 17:29 WIB
Hantu Lama Bernama Carry Trade
Mengapa Bitcoin yang digadang-gadang independen bisa begitu sensitif? Panji Yudha, Financial Expert Ajaib, menunjuk satu arah: Jepang. Pasar kini menahan napas menunggu pertemuan kebijakan Bank of Japan (BOJ) pada 18–19 Desember mendatang. Spekulasi kuat berhembus bahwa BOJ akan menaikkan suku bunga menjadi 0,75 persen, level tertinggi sejak era 1995.Kritik tajam patut dilayangkan pada kerapuhan struktur pasar kripto saat ini. Narasi "Bitcoin sebagai lindung nilai" seolah runtuh seketika ketika keran uang murah dari Jepang (Yen Carry Trade) terancam ditutup.
Sejarah mencatat, kenaikan suku bunga BOJ pada Maret, Juli 2024, dan Januari 2025 selalu memicu selloff (aksi jual massal) karena likuiditas global yang selama ini memompa aset berisiko ditarik pulang ke Negeri Sakura.
Bitcoin, ironisnya, masih berperilaku seperti aset spekulatif yang manja akan likuiditas fiat, bukan sebagai antitesis sistem keuangan.
Di sisi lain, pasar Amerika Serikat (AS) juga menyumbang ketidakpastian. Indikator tenaga kerja dan inflasi yang akan rilis menjadi penentu arah kebijakan The Fed, menambah beban ganda bagi pundak investor ritel yang cemas.
Lihat Juga :