Remaja 13 Tahun Tewas karena Serangan Amuba Pemakan Otak yang Langka

Minggu, 13 September 2020 - 17:27 WIB
Di sana, remaja itu ditempatkan di ventilator, dan dokter membuat penemuan yang mengagetkan. "Kami minta maaf untuk memberi tahu Anda tentang hal ini, tetapi putra Anda… memiliki amuba parasit, dan tidak ada obatnya," kata ayah Tanner, Travis Wall, kepada News4Jax.

Tanner akhirnya meninggal karena infeksi Naegleria fowleri pada 2 Agustus lalu, kata News4Jax.

Naegleria fowleri adalah organisme bersel tunggal yang secara alami ditemukan di air tawar yang hangat, seperti danau dan sungai, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Di AS, sebagian besar infeksi terjadi di negara bagian selatan, terutama selama bulan-bulan musim panas setelah panas dalam waktu lama, yang meningkatkan suhu air.

Menelan air yang terkontaminasi Naegleria fowleri tidak akan menyebabkan infeksi, tapi jika air yang tercemar naik ke hidung, organisme tersebut dapat masuk ke otak dan merusak jaringan otak. Infeksi hampir secara universal berakibat fatal, dengan tingkat kelangsungan hidup kurang dari 3%, menurut CDC.

Tidak jelas persis mengapa beberapa orang dapat bertahan dari kondisi tersebut. Namun faktor yang dapat berkontribusi untuk bertahan hidup, termasuk deteksi dini infeksi dan pengobatan dengan obat eksperimental yang disebut miltefosine, bersama perawatan agresif lainnya guna mengurangi pembengkakan otak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!