Donald Trump Klaim Selamatkan TikTok: Bikin Akun Resmi, Sebut Kaum Muda Hutang Budi
Rabu, 08 Oktober 2025 - 17:00 WIB
Pada masa jabatan pertamanya, Trump berusaha keras melarang aplikasi ini, mengeluarkan perintah eksekutif pada Agustus 2020. Ia menuduh TikTok mengumpulkan data besar-besaran dari warga Amerika dan rentan terhadap akses pemerintah Tiongkok.
"Risiko-risiko ini nyata," demikian bunyi perintah eksekutif tersebut. "Pengumpulan data ini mengancam untuk memungkinkan Partai Komunis China mengakses informasi pribadi dan kepemilikan warga Amerika — berpotensi memungkinkan China melacak lokasi pegawai dan kontraktor Federal, membangun dossier informasi pribadi untuk pemerasan, dan melakukan spionase korporat."
Ini menunjukkan bahwa upaya pelarangan awal Trump tidak berhasil secara hukum dan justru pemerintahan Biden yang kemudian mencoba mencari solusi diplomatik, meskipun tantangannya tetap besar.
Lebih lanjut, jika ByteDance tetap memegang "peran yang lebih besar dari perkiraan" dalam usaha baru senilai USD14 miliar ini, klaim "penyelamatan" Trump terhadap risiko dominasi China menjadi bias dan patut dipertanyakan.
Perusahaan teknologi AS, Oracle, yang dipimpin Larry Ellison, memang akan bertanggung jawab untuk memeriksa dan memantau algoritma TikTok guna mencegah "tujuan jahat," menurut seorang pejabat AS. Namun, pengawasan ini tidak secara otomatis menghilangkan kekhawatiran tentang pengaruh pemilik asal. Pada akhirnya, Trump kembali denganklaimheroisme.
"Risiko-risiko ini nyata," demikian bunyi perintah eksekutif tersebut. "Pengumpulan data ini mengancam untuk memungkinkan Partai Komunis China mengakses informasi pribadi dan kepemilikan warga Amerika — berpotensi memungkinkan China melacak lokasi pegawai dan kontraktor Federal, membangun dossier informasi pribadi untuk pemerasan, dan melakukan spionase korporat."
Kritik Berdasarkan Data & Sejarah:
Klaim Trump tentang "penyelamatan" TikTok perlu dilihat dalam konteks historis yang lebih luas. Perintah eksekutifnya pada 2020 justru diblokir oleh hakim federal dan kemudian dicabut oleh pemerintahan Biden.Ini menunjukkan bahwa upaya pelarangan awal Trump tidak berhasil secara hukum dan justru pemerintahan Biden yang kemudian mencoba mencari solusi diplomatik, meskipun tantangannya tetap besar.
Lebih lanjut, jika ByteDance tetap memegang "peran yang lebih besar dari perkiraan" dalam usaha baru senilai USD14 miliar ini, klaim "penyelamatan" Trump terhadap risiko dominasi China menjadi bias dan patut dipertanyakan.
Perusahaan teknologi AS, Oracle, yang dipimpin Larry Ellison, memang akan bertanggung jawab untuk memeriksa dan memantau algoritma TikTok guna mencegah "tujuan jahat," menurut seorang pejabat AS. Namun, pengawasan ini tidak secara otomatis menghilangkan kekhawatiran tentang pengaruh pemilik asal. Pada akhirnya, Trump kembali denganklaimheroisme.
(dan)
Lihat Juga :