Pemerintah Puji TikTok Sukarela Matikan Fitur Live, Warganet: Nggak Percaya!
Senin, 01 September 2025 - 10:18 WIB
TikTok disebut Menkomdigi secara sukarela meniadakan fitur live mereka, berbeda dengan Facebook, YouTube, dan Instagram yang masih bisa digunakan. Foto: Reuters
JAKARTA - Di tengah panasnya suhu politik akibat gelombang unjuk rasa di berbagai wilayah, "tombol darurat" tak kasat mata telah ditekan. Fitur siaran langsung (Live) di TikTok, jendela digital utama bagi jutaan warga untuk melaporkan peristiwa secara real-time, tiba-tiba padam pada 30 Agustus 2025.
Pemerintah, melalui Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, buru-buru menyambut langkah ini dengan tangan terbuka, memujinya sebagai sebuah tindakan "sukarela" yang patut diapresiasi.
Namun, di balik narasi yang seolah harmonis ini, banyak yang melihat sebagai pola yang jauh lebih kelam: preseden baru "pembungkaman halus" di era digital.
Pemerintah, melalui Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, buru-buru menyambut langkah ini dengan tangan terbuka, memujinya sebagai sebuah tindakan "sukarela" yang patut diapresiasi.
Namun, di balik narasi yang seolah harmonis ini, banyak yang melihat sebagai pola yang jauh lebih kelam: preseden baru "pembungkaman halus" di era digital.
'Apresiasi' di Atas Kepentingan Publik
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip pada Minggu (31/8), Menkomdigi Meutya Hafid secara resmi memberikan cap "sukarela" pada keputusan TikTok.Lihat Juga :