Obat Jadi Racun: Niat Perbaiki Eror, Update Windows 11 Justru Sebarkan Penyakit ke Semua Pengguna
Sabtu, 19 Juli 2025 - 11:05 WIB
Meskipun bug ini tidak berbahaya secara teknis, insiden ini meninggalkan noda serius pada reputasi Microsoft. Foto: ist
JAKARTA - Bayangkan Anda melihat sebuah pesan "Eror Kritis" di komputer Anda, menandakan ada masalah serius pada sistem keamanan firewall. Tentu panik. Lalu, datanglah kabar baik: Microsoft merilis update (pembaruan) dengan kode KB5062553 yang menjanjikan perbaikan. Dengan lega, Anda menginstalnya.
Namun, alih-alih menjadi obat, update tersebut justru berubah menjadi racun. Masalah tidak teratasi, malah menyebar seperti wabah ke seluruh pengguna Windows 11 24H2. Sebuah blunder memalukan yang memaksa raksasa teknologi Microsoft untuk menundukkan kepala dan meminta maaf secara terbuka.
Kepanikan pun menyebar di forum-forum teknologi. Microsoft, sebagai "dokter", kemudian merilis update KB5062553 yang diklaim sebagai "obat"-nya. Namun, laporan dari majalah spesialis Windows Latest dan puluhan pengguna di seluruh dunia mengonfirmasi hal yang sebaliknya.
Namun, alih-alih menjadi obat, update tersebut justru berubah menjadi racun. Masalah tidak teratasi, malah menyebar seperti wabah ke seluruh pengguna Windows 11 24H2. Sebuah blunder memalukan yang memaksa raksasa teknologi Microsoft untuk menundukkan kepala dan meminta maaf secara terbuka.
Kepanikan Massal Akibat 'Alarm Palsu'
Kisah ini berawal dari munculnya pesan eror misterius di catatan sistem (event logs) pengguna Windows 11: “Windows Firewall With Advanced Security 2042 None”. Bagi pengguna awam, pesan "kritis" ini terdengar seperti pertanda bahwa benteng pertahanan digital mereka telah jebol, membuka pintu bagi peretas dan virus.Kepanikan pun menyebar di forum-forum teknologi. Microsoft, sebagai "dokter", kemudian merilis update KB5062553 yang diklaim sebagai "obat"-nya. Namun, laporan dari majalah spesialis Windows Latest dan puluhan pengguna di seluruh dunia mengonfirmasi hal yang sebaliknya.
Lihat Juga :