Galaxy Z Fold7 dan Pertaruhan Takhta Samsung di Indonesia

Rabu, 09 Juli 2025 - 23:52 WIB
Selama bertahun-tahun, seri Galaxy Z Fold mendefinisikan ulang arti ponsel premium di Indonesia. Foto: SEIN
JAKARTA - Jauh sebelum ponsel lipat menjadi bahan perbincangan di setiap sudut kafe premium Jakarta, Samsung melakukan pertaruhan gila. Mereka membawa Galaxy Z Fold pertama ke Indonesia, perangkat aneh, tebal, dan berharga selangit yang lebih mirip purwarupa dari masa depan ketimbang produk massal. Pasar terbelah: sebagian mencibir, sebagian lagi terpukau.

Dari pertaruhan itulah lahir sebuah warisan. Selama bertahun-tahun, seri Galaxy Z Fold mendefinisikan ulang arti ponsel premium di Indonesia. Ia bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan simbol status, pernyataan produktivitas, dan penanda bahwa pemiliknya berada di puncak tren teknologi. Samsung tidak hanya menjual ponsel; mereka menjual sebuah konsep, sebuah legacy.



Kini, sang pewaris takhta telah tiba. Galaxy Z Fold7 resmi diperkenalkan, mengemban beban berat untuk tidak hanya melanjutkan, tetapi juga mempertahankan dominasi di pasar yang ia ciptakan sendiri.

Namun, di tengah gempuran kompetitor dan ekspektasi yang melambung, pertanyaannya kini lebih tajam dari sebelumnya: Apakah Z Fold7 sekadar penerus, atau ia adalah raja baru yang mampu membungkam semua keraguan?

Mendobrak Batasan Fisik: Lebih Tipis, Lebih Ringan, Lebih Gahar

Keluhan terbesar para "sultan" pengguna Fold selama ini selalu sama: bobot dan ketebalannya. Samsung tampaknya mendengar jeritan hati mereka. Z Fold7 hadir dengan perombakan desain paling radikal dalam sejarahnya.

Dengan bobot hanya 215 gram, ia kini lebih ringan dari Galaxy S25 Ultra, sebuah pencapaian rekayasa yang luar biasa. Saat terlipat, ketebalannya hanya 8,9 mm, membuatnya terasa jauh lebih nyaman di saku celana jas ketimbang para pendahulunya yang bongsor.

Layar depannya pun diperlebar menjadi 6,5 inci dengan rasio aspek 21:9 yang lebih bersahabat untuk mengetik atau scrolling media sosial.

Namun, keajaiban sesungguhnya terjadi saat perangkat dibuka. Layar utama Dynamic AMOLED 2X seluas 8 inci membentang megah, 11% lebih besar dari generasi sebelumnya, dengan tingkat kecerahan puncak 2.600 nits yang membuatnya tetap tajam bahkan di bawah terik matahari Bali.

"Galaxy Z Fold7 menggabungkan Galaxy AI dengan hardware canggih untuk menghadirkan pengalaman penggunaan smartphone terbaik kami sejauh ini," sesumbar TM Roh, President and Head of DX Division di Samsung Electronics.

Klaim itu didukung oleh lompatan spesifikasi yang masif. Untuk pertama kalinya, Samsung menyematkan sensor kamera 200MP pada seri Fold, sebuah tamparan keras bagi mereka yang selama ini menganggap kamera ponsel lipat sebagai anak tiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!