Membedah Teknologi EHang 216-S, Drone Patrol Otonom di Perayaan HUT Bhayangkara POLRI Ke-79
Sabtu, 05 Juli 2025 - 11:41 WIB
Foto: Doc. Istimewa
JAKARTA - Dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) menunjukkan komitmennya terhadap adaptasi teknologi global dengan memperkenalkan EHang 216-S eVTOL (electric Vertical Take-Off and Landing). Kendaraan udara otonom canggih ini dihadirkan oleh Prestige Aviation (PT Prestisius Aviasi Indonesia), perusahaan pelopor di balik kehadiran Autonomous Aerial Vehicles (AAV) EHang Holdings Limited di Indonesia. Kehadiran EHang 216-S menandai langkah signifikan POLRI menuju patroli presisi yang lebih adaptif, responsif, dan berbasis teknologi mutakhir.
Sebagai armada drone patrol presisi, EHang 216-S menjadi bukti kesiapan Indonesia untuk sejajar dengan negara-negara maju seperti Tiongkok, Jepang, dan Uni Emirat Arab dalam adopsi kendaraan udara tanpa awak. Rudy Salim selaku Executive Chairman Prestige Aviation menegaskan kesiapannya mendukung POLRI menghadapi tantangan keamanan masa depan, sekaligus menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia bukan hanya penonton, melainkan pelaku aktif dalam panggung perkembangan teknologi global.
Solusi Mobilitas Udara Otonom untuk POLRI yang Adaptif
Sejalan dengan tema “POLRI untuk Masyarakat” dalam HUT Bhayangkara ke-79, EHang 216-S berperan sebagai solusi mobilitas udara otonom yang efisien. Dengan biaya operasional yang sangat murah, berkisar ratusan ribu rupiah untuk setiap perjalanan singkat, penggunaan EHang 216-S diprediksi akan membawa dampak signifikan pada efisiensi anggaran operasional POLRI, terutama untuk kegiatan patroli rutin. Drone ini sangat cocok untuk pengawasan di area padat dan sulit dijangkau kendaraan konvensional, serta mempercepat respons terhadap situasi darurat berkat kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal, ditambah sistem navigasi otonom yang presisi.
Melihat potensi besar EHang 216-S dalam mendukung berbagai peran dan tanggung jawab POLRI, institusi ini telah menunjukkan ketertarikannya untuk mengakuisisi unit EHang 216-S. Namun, kajian mendalam terkait infrastruktur, regulasi, dan kesiapan personel akan terus dilakukan sebelum implementasi penuh.
Spesifikasi Unggul EHang 216-S: Patroli Udara Tanpa Awak yang Aman dan Efisien
EHang 216-S adalah kendaraan udara otonom tanpa pilot, berkapasitas dua penumpang. Drone ini mampu menempuh jarak hingga 30 kilometer dalam satu kali pengisian daya, dengan waktu terbang antara 18 hingga 25 menit. Ditenagai 16 motor listrik independen pada delapan lengan, EHang 216-S memungkinkan lepas landas dan pendaratan vertikal yang presisi di area perkotaan yang padat, menjanjikan pengalaman penerbangan yang efisien dan aman. EHang 216-S juga telah dilengkapi sistem cloud Unmanned Aircraft Cloud System (UACS) yang memungkinkan manajemen ruang udara, rencana penerbangan, dan operator secara terpusat untuk operasi yang aman dan efisien.
Sistem navigasi otomatis berbasis AI yang telah lolos berbagai uji coba keselamatan menjadikan EHang 216-S sebagai penanda menuju implementasi transportasi udara yang efisien dan ramah lingkungan di Indonesia. Penggunaan EHang 216-S sebagai armada drone patrol presisi merupakan bagian dari visi jangka panjang Prestige Aviation dalam membangun ekosistem Urban Air Mobility (UAM) yang aman dan efisien, serta mendukung tugas-tugas kepolisian yang semakin kompleks di era modern.
Peran Strategis EHang 216-S: Transformasi Keamanan Udara, Laut, dan Darat
Lebih dari sekadar seremonial, momen HUT Bhayangkara ke-79 ini menjadi refleksi peran strategis POLRI dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan pelayanan publik. EHang 216-S memungkinkan pengawasan udara, laut, dan darat secara real-time dan efisien, mendukung berbagai tugas Kepolisian, meliputi:
Sebagai armada drone patrol presisi, EHang 216-S menjadi bukti kesiapan Indonesia untuk sejajar dengan negara-negara maju seperti Tiongkok, Jepang, dan Uni Emirat Arab dalam adopsi kendaraan udara tanpa awak. Rudy Salim selaku Executive Chairman Prestige Aviation menegaskan kesiapannya mendukung POLRI menghadapi tantangan keamanan masa depan, sekaligus menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia bukan hanya penonton, melainkan pelaku aktif dalam panggung perkembangan teknologi global.
Solusi Mobilitas Udara Otonom untuk POLRI yang Adaptif
Sejalan dengan tema “POLRI untuk Masyarakat” dalam HUT Bhayangkara ke-79, EHang 216-S berperan sebagai solusi mobilitas udara otonom yang efisien. Dengan biaya operasional yang sangat murah, berkisar ratusan ribu rupiah untuk setiap perjalanan singkat, penggunaan EHang 216-S diprediksi akan membawa dampak signifikan pada efisiensi anggaran operasional POLRI, terutama untuk kegiatan patroli rutin. Drone ini sangat cocok untuk pengawasan di area padat dan sulit dijangkau kendaraan konvensional, serta mempercepat respons terhadap situasi darurat berkat kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal, ditambah sistem navigasi otonom yang presisi.
Melihat potensi besar EHang 216-S dalam mendukung berbagai peran dan tanggung jawab POLRI, institusi ini telah menunjukkan ketertarikannya untuk mengakuisisi unit EHang 216-S. Namun, kajian mendalam terkait infrastruktur, regulasi, dan kesiapan personel akan terus dilakukan sebelum implementasi penuh.
Spesifikasi Unggul EHang 216-S: Patroli Udara Tanpa Awak yang Aman dan Efisien
EHang 216-S adalah kendaraan udara otonom tanpa pilot, berkapasitas dua penumpang. Drone ini mampu menempuh jarak hingga 30 kilometer dalam satu kali pengisian daya, dengan waktu terbang antara 18 hingga 25 menit. Ditenagai 16 motor listrik independen pada delapan lengan, EHang 216-S memungkinkan lepas landas dan pendaratan vertikal yang presisi di area perkotaan yang padat, menjanjikan pengalaman penerbangan yang efisien dan aman. EHang 216-S juga telah dilengkapi sistem cloud Unmanned Aircraft Cloud System (UACS) yang memungkinkan manajemen ruang udara, rencana penerbangan, dan operator secara terpusat untuk operasi yang aman dan efisien.
Sistem navigasi otomatis berbasis AI yang telah lolos berbagai uji coba keselamatan menjadikan EHang 216-S sebagai penanda menuju implementasi transportasi udara yang efisien dan ramah lingkungan di Indonesia. Penggunaan EHang 216-S sebagai armada drone patrol presisi merupakan bagian dari visi jangka panjang Prestige Aviation dalam membangun ekosistem Urban Air Mobility (UAM) yang aman dan efisien, serta mendukung tugas-tugas kepolisian yang semakin kompleks di era modern.
Peran Strategis EHang 216-S: Transformasi Keamanan Udara, Laut, dan Darat
Lebih dari sekadar seremonial, momen HUT Bhayangkara ke-79 ini menjadi refleksi peran strategis POLRI dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan pelayanan publik. EHang 216-S memungkinkan pengawasan udara, laut, dan darat secara real-time dan efisien, mendukung berbagai tugas Kepolisian, meliputi:
Lihat Juga :