Keberadaan Tembok Misterius di Bawah Laut Teluk Mecklenburg Masih Jadi Teka-teki
Selasa, 17 Juni 2025 - 07:13 WIB
Para peneliti menduga bahwa Blinkerwall dibangun pada awal periode Holosen oleh komunitas pemburu-pengumpul yang bermigrasi di wilayah pasca-gletser, dengan tujuan utama menggiring dan memburu hewan besar seperti rusa kutub (reindeer).
Struktur dinding ini tersusun sangat teratur, terdiri dari 1.673 batu dengan tinggi sebagian besar kurang dari 1 meter dan berat berkisar dari puluhan hingga ratusan kilogram.
Bentuk dan pola penyusunan seperti ini tidak mungkin terjadi secara alami—tidak bisa dijelaskan oleh gerakan gletser, arus sungai, maupun gelombang laut.
Yang lebih mencengangkan, batu-batu terbesar ditemukan pada titik-titik pemutusan dinding, seolah-olah sengaja ditempatkan untuk mengarahkan atau menghalangi pergerakan hewan. Hal ini memperkuat bukti bahwa Blinkerwall adalah struktur buatan manusia.
Analisis sedimen dasar laut dan data geologis menunjukkan bahwa tembok ini dibangun sebelum permukaan laut naik, lebih dari 8.500 tahun yang lalu, sebelum akhirnya terendam akibat fenomena “invasi Littorina” kenaikan permukaan laut yang terjadi pada zaman Holosen.
Letak tembok ini pun sejajar dengan garis pantai kuno, di area yang diduga menjadi jalur migrasi hewan seperti rusa kutub.
Struktur dinding ini tersusun sangat teratur, terdiri dari 1.673 batu dengan tinggi sebagian besar kurang dari 1 meter dan berat berkisar dari puluhan hingga ratusan kilogram.
Bentuk dan pola penyusunan seperti ini tidak mungkin terjadi secara alami—tidak bisa dijelaskan oleh gerakan gletser, arus sungai, maupun gelombang laut.
Yang lebih mencengangkan, batu-batu terbesar ditemukan pada titik-titik pemutusan dinding, seolah-olah sengaja ditempatkan untuk mengarahkan atau menghalangi pergerakan hewan. Hal ini memperkuat bukti bahwa Blinkerwall adalah struktur buatan manusia.
Analisis sedimen dasar laut dan data geologis menunjukkan bahwa tembok ini dibangun sebelum permukaan laut naik, lebih dari 8.500 tahun yang lalu, sebelum akhirnya terendam akibat fenomena “invasi Littorina” kenaikan permukaan laut yang terjadi pada zaman Holosen.
Letak tembok ini pun sejajar dengan garis pantai kuno, di area yang diduga menjadi jalur migrasi hewan seperti rusa kutub.
Lihat Juga :