Alarm Merah Industri Digital: Ambisi AI Indonesia Bisa Jadi Mimpi Buruk Akibat Krisis Talenta

Sabtu, 07 Juni 2025 - 13:00 WIB
Namun, data berbicara lebih keras. Laporan Future of Jobs 2025 dari World Economic Forum mencatat bahwa 83% perusahaan di Indonesia memproyeksikan transformasi besar dalam operasional mereka pada 2030. Sebuah angka yang jauh di atas rata-rata global. Pertanyaannya: siapa yang akan menjalankan transformasi ini?

Bom Waktu Talenta dan Hilangnya Potensi Perempuan

Di sinilah letak bom waktu yang sebenarnya. Indonesia menargetkan 9 juta talenta digital pada 2045, yang berarti butuh sekitar 600.000 tenaga kerja baru setiap tahun. Kenyataannya, perguruan tinggi saat ini hanya mampu menghasilkan 200.000 hingga 400.000 lulusan dengan keterampilan digital per tahun. Ada jurang besar antara kebutuhan dan ketersediaan.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah siapa yang ikut dalam perlombaan ini. Di balik lonjakan pendaftaran kursus GenAI, hanya 28% pesertanya adalah perempuan.

Angka yang sama rendahnya (26%) terlihat pada pendaftaran Sertifikat Profesional. Ini adalah sebuah ironi tragis, mengingat perempuan mencakup 49% dari total pembelajar Coursera di Indonesia. Separuh dari potensi kekuatan bangsa seolah sengaja ditinggal di garis start.

Kondisi ini menunjukkan bahwa selain mengejar keterampilan teknis seperti Deep Learning dan Machine Learning, Indonesia juga dihadapkan pada tantangan yang lebih fundamental: bagaimana menciptakan ekosistem yang inklusif dan mampu mencetak talenta dalamskalamasif.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!