Selamat Tinggal OS Android, Huawei Luncurkan Ponsel OS Harmony Tahun Depan
Senin, 07 September 2020 - 20:28 WIB
Yu mengakui Huawei telah memiliki smartphone yang menjalankan HarmonyOS, tetapi perusahaan harus menunggu karena ada kesepakatan dengan Google. Namun bukan berarti perusahaan tidak memiliki harapan yang tinggi untuk platform tersebut di masa mendatang. Eksekutif raksasa Shenzhen itu meyakini HarmonyOS pada akhirnya akan menjadi platform dunia.
Dalam pidatonya sebelumnya, Yu, mengatakan, seri Huawei Mate 40 mendatang akan ditenagai oleh chip Kirin 5nm seri baru, Kirin 9000. Komponen-komponen ini tidak hanya akan diproduksi menggunakan proses 5nm baru, tapi juga akan memiliki tenaga yang lebih kuat.
Kemampuan 5G dan AI, CPU, dan GPU. Tetapi aturan ekspor baru yang diberlakukan oleh AS mencegah pabrikan pengecoran prosesor mengirimkan chip ke Huawei yang dibuat menggunakan teknologi Amerika. "Sayangnya, di bawah sanksi Amerika Serikat, TSMC hanya menerima pesanan sebelum tanggal 15 September. Pada 15 September, TSMC tidak akan dapat memproduksi chip untuk Huawei. Jadi Kirin 9000 mungkin merupakan generasi terakhir Huawei Kirin high- chip akhir," ungkap Yu.
Huawei adalah pelanggan terbesar kedua TSMC setelah Apple tahun lalu, tetapi pengecoran individu terbesar di dunia tidak akan diizinkan untuk mengirim ke pabrikan China setelah 14 September. Hingga tanggal itu, TSMC dilaporkan menjalankan jalur perakitannya selama 24 jam sehari untuk memproduksi sebanyak mungkin chip hingga tidak diizinkan untuk dikirim ke Huawei.
Pabrik pengecoran terbesar di China, SMIC, bukanlah pengganti yang layak karena merupakan beberapa node proses di belakang TSMC. Desainer chip Mediatek dilaporkan telah meminta izin untuk mengembangkan chip mutakhir untuk Huawei. Tampaknya tidak mungkin bagi perusahaan untuk mendapatkan izin itu dari AS, terutama mengingat Mediatek mengandalkan TSMC untuk memproduksi chipnya. Selain itu, pejabat administrasi di AS telah mengeluh tentang kemampuan Huawei untuk menghindari larangan Daftar Entitas. (Baca juga: Zona Oranye, Positif Corona di Kota Bogor Kembali Bertambah 22 Orang )
Dalam pidatonya sebelumnya, Yu, mengatakan, seri Huawei Mate 40 mendatang akan ditenagai oleh chip Kirin 5nm seri baru, Kirin 9000. Komponen-komponen ini tidak hanya akan diproduksi menggunakan proses 5nm baru, tapi juga akan memiliki tenaga yang lebih kuat.
Kemampuan 5G dan AI, CPU, dan GPU. Tetapi aturan ekspor baru yang diberlakukan oleh AS mencegah pabrikan pengecoran prosesor mengirimkan chip ke Huawei yang dibuat menggunakan teknologi Amerika. "Sayangnya, di bawah sanksi Amerika Serikat, TSMC hanya menerima pesanan sebelum tanggal 15 September. Pada 15 September, TSMC tidak akan dapat memproduksi chip untuk Huawei. Jadi Kirin 9000 mungkin merupakan generasi terakhir Huawei Kirin high- chip akhir," ungkap Yu.
Huawei adalah pelanggan terbesar kedua TSMC setelah Apple tahun lalu, tetapi pengecoran individu terbesar di dunia tidak akan diizinkan untuk mengirim ke pabrikan China setelah 14 September. Hingga tanggal itu, TSMC dilaporkan menjalankan jalur perakitannya selama 24 jam sehari untuk memproduksi sebanyak mungkin chip hingga tidak diizinkan untuk dikirim ke Huawei.
Pabrik pengecoran terbesar di China, SMIC, bukanlah pengganti yang layak karena merupakan beberapa node proses di belakang TSMC. Desainer chip Mediatek dilaporkan telah meminta izin untuk mengembangkan chip mutakhir untuk Huawei. Tampaknya tidak mungkin bagi perusahaan untuk mendapatkan izin itu dari AS, terutama mengingat Mediatek mengandalkan TSMC untuk memproduksi chipnya. Selain itu, pejabat administrasi di AS telah mengeluh tentang kemampuan Huawei untuk menghindari larangan Daftar Entitas. (Baca juga: Zona Oranye, Positif Corona di Kota Bogor Kembali Bertambah 22 Orang )
(iqb)
Lihat Juga :