Sehari di Uranus Diklaim Melebihi Waktu 24 Jam di Bumi
Kamis, 10 April 2025 - 09:41 WIB
Data dari Voyager 2 dan estimasi yang dibuat darinya disertai ketidakpastian yang melekat. Sebuah tim astronom, yang dipimpin oleh Laurent Lamy dari Observatorium Paris, melacak gerakan aurora raksasa es yang bercahaya menggunakan data yang dikumpulkan oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble antara tahun 2011 dan 2022.
Hal ini membantu para peneliti menentukan lokasi kutub magnet planet secara akurat, yang menghasilkan estimasi periode rotasi yang lebih baik.
Gambar ini menunjukkan aktivitas aurora di Uranus ESA/Hubble, NASA, L. Lamy, L. Sromovsky
"Pengamatan berkelanjutan dari Hubble sangat penting," kata Lamy dalam sebuah pernyataan . "Tanpa data yang sangat banyak ini, mustahil untuk mendeteksi sinyal periodik dengan tingkat akurasi yang kami capai."
Perkiraan yang lebih akurat akan lebih dapat diandalkan hingga manusia mampu mengamati planet itu lebih rinci melalui misi luar angkasa di masa depan.
Hal ini membantu para peneliti menentukan lokasi kutub magnet planet secara akurat, yang menghasilkan estimasi periode rotasi yang lebih baik.
Gambar ini menunjukkan aktivitas aurora di Uranus ESA/Hubble, NASA, L. Lamy, L. Sromovsky
"Pengamatan berkelanjutan dari Hubble sangat penting," kata Lamy dalam sebuah pernyataan . "Tanpa data yang sangat banyak ini, mustahil untuk mendeteksi sinyal periodik dengan tingkat akurasi yang kami capai."
Perkiraan yang lebih akurat akan lebih dapat diandalkan hingga manusia mampu mengamati planet itu lebih rinci melalui misi luar angkasa di masa depan.
(wbs)
Lihat Juga :