Microsoft Disebut Menunda Pembangunan Data Center Secara Global, Jakarta Ikut Terdampak?
Sabtu, 05 April 2025 - 09:29 WIB
Di Inggris, Microsoft dilaporkan menarik diri dari negosiasi untuk menyewa ruang antara London dan Cambridge di pusat data yang menurut Bloomberg "dipasarkan karena kemampuannya untuk menampung chip Nvidia canggih."
Perusahaan juga dilaporkan sedang bernegosiasi dengan Ada Infrastructure untuk menyewa ruang di pusat data 210MW-nya di London Docklands, tetapi gagal berkomitmen pada proyek tersebut. Negosiasi serupa dibatalkan untuk pusat data di dekat Chicago di AS.
Di sisi konstruksi, Microsoft dikatakan telah menghentikan pekerjaan di Jakarta dan perluasan kompleks pusat data Mount Pleasant di Wisconsin. Menurut Bloomberg, enam bulan pertama konstruksi di situs Mount Pleasant menghasilkan investasi senilai USD262 juta (sekitar Rp 4,1 triliun), yang mana USD40 juta (Rp 627 miliar) digunakan untuk beton saja. DCD melaporkan pada bulan Januari bahwa beberapa pekerjaan di situs tersebut telah dihentikan.
Perusahaan mengatakan kepada Bloomberg bahwa mereka tetap "berkomitmen" pada situs Wisconsin, yang akan online tahun depan, dan bahwa pusat data Jakarta untuk wilayah cloud Indonesia Central tetap sesuai jalur untuk ditayangkan pada kuartal kedua tahun 2025.
Baca Juga: Bantu Pemain Menang, Microsoft Luncurkan Copilot for Gaming
Sebelumnya, Microsoft berkomitmen untuk berinvestasi sebesar USD1,7 miliar atau sekitar Rp27,6 triliun di Indonesia untuk mengembangkan infrastruktur cloud dan kecerdasan buatan (AI). Investasi ini akan dilakukan selama empat tahun ke depan.
Perusahaan juga dilaporkan sedang bernegosiasi dengan Ada Infrastructure untuk menyewa ruang di pusat data 210MW-nya di London Docklands, tetapi gagal berkomitmen pada proyek tersebut. Negosiasi serupa dibatalkan untuk pusat data di dekat Chicago di AS.
Di sisi konstruksi, Microsoft dikatakan telah menghentikan pekerjaan di Jakarta dan perluasan kompleks pusat data Mount Pleasant di Wisconsin. Menurut Bloomberg, enam bulan pertama konstruksi di situs Mount Pleasant menghasilkan investasi senilai USD262 juta (sekitar Rp 4,1 triliun), yang mana USD40 juta (Rp 627 miliar) digunakan untuk beton saja. DCD melaporkan pada bulan Januari bahwa beberapa pekerjaan di situs tersebut telah dihentikan.
Perusahaan mengatakan kepada Bloomberg bahwa mereka tetap "berkomitmen" pada situs Wisconsin, yang akan online tahun depan, dan bahwa pusat data Jakarta untuk wilayah cloud Indonesia Central tetap sesuai jalur untuk ditayangkan pada kuartal kedua tahun 2025.
Baca Juga: Bantu Pemain Menang, Microsoft Luncurkan Copilot for Gaming
Sebelumnya, Microsoft berkomitmen untuk berinvestasi sebesar USD1,7 miliar atau sekitar Rp27,6 triliun di Indonesia untuk mengembangkan infrastruktur cloud dan kecerdasan buatan (AI). Investasi ini akan dilakukan selama empat tahun ke depan.
Lihat Juga :